Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Mei 2022 Naik Sebesar 0,21 Persen
2022-06-15
Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Mei 2022 naik sebesar 0,21 persen dibanding upah nominal buruh tani April 2022, yaitu dari Rp58.109,00 menjadi Rp58.232,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,32 persen.Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Mei 2022 naik 0,19 persen dibanding April 2022, yaitu dari Rp92.049,00 menjadi Rp92.224,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,21 persen.
Download PDFEkspor Mei 2022 mencapai US$21,51 miliar, turun 21,29 persen dibanding April 2022 & Impor Mei 2022 senilai US$18,61 miliar, turun 5,81 persen dibanding April 2022
2022-06-15
A. EKSPOR Nilai ekspor Indonesia Mei 2022 mencapai US$21,51 miliar atau turun 21,29 persen dibanding ekspor April 2022. Dibanding Mei 2021 nilai ekspor naik sebesar 27,00 persen.Ekspor nonmigas Mei 2022 mencapai US$20,01 miliar, turun 22,71 persen dibanding April 2022, namun naik 25,34 persen dibanding ekspor nonmigas Mei 2021.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2022 mencapai US$114,97 miliar atau naik 36,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$108,74 miliar atau naik 36,36 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Mei 2022 terhadap April 2022 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$2.149,5 juta (71,79 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada nikel dan barang daripadanya sebesar US$233,7 juta (65,39 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Mei 2022 naik 25,00 persen dibanding periode yang sama tahun 2021, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 13,34 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 108,14 persen.Ekspor nonmigas Mei 2022 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,59 miliar, disusul India US$2,26 miliar dan Amerika Serikat US$2,05 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,49 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$4,07 miliar dan US$1,46 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2022 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$15,71 miliar (13,67 persen), diikuti Kalimantan Timur US$12,37 miliar (10,76 persen) dan Jawa Timur US$10,88 miliar (9,46 persen).B. IMPORNilai impor Indonesia Mei 2022 mencapai US$18,61 miliar, turun 5,81 persen dibandingkan April 2022 atau naik 30,74 persen dibandingkan Mei 2021.Impor migas Mei 2022 senilai US$3,35 miliar, turun 12,07 persen dibandingkan April 2022 atau naik 62,64 persen dibandingkan Mei 2021.Impor nonmigas Mei 2022 senilai US$15,26 miliar, turun 4,31 persen dibandingkan April 2022 atau naik 25,33 persen dibandingkan Mei 2021.Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Mei 2022 dibandingkan April 2022 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya US$254,9 juta (11,16 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah gula dan kembang gula US$106,8 juta (38,22 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Mei 2022 adalah Tiongkok US$25,97 miliar (32,71 persen), Jepang US$6,89 miliar (8,67 persen), dan Thailand US$4,93 miliar (6,21 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$14,00 miliar (17,63 persen) dan Uni Eropa US$4,52 miliar (5,69 persen). Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Mei 2022 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$659,0 juta (9,21 persen), bahan baku/penolong US$17.811,6 juta (31,77 persen), dan barang modal US$2.887,5 juta (27,20 persen). Neraca perdagangan Indonesia Mei 2022 mengalami surplus US$2,89 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$4,75 miliar. Sedangkan di sektor migas terjadi defisit US$1,86 miliar.
Download PDFMei 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,33 persen
2022-06-02
Pada Mei 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,33 persen terhadap IHPB April 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Industri sebesar 0,38 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2022 antara lain: telur ayam ras, bawang merah, kubis/kol, semen, tepung terigu, dan daging sapi.Perubahan IHPB di tahun kalender 2022 adalah sebesar 2,81 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 4,23 persen.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Mei 2022 naik sebesar 0,56 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas semen, besi beton, aspal, solar, pasir, batu split, dan rangka atap baja.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Mei 2022 sebesar 105,41 atau turun 2,81 persen
2022-06-02
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Mei 2022 sebesar 105,41 atau turun 2,81 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 2,37 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,46 persen.Pada Mei 2022, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (14,57 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jawa Tengah mengalami kenaikan tertinggi (1,02 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Mei 2022 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,53 persen yang disebabkan oleh hampir seluruh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Mei 2022 sebesar 105,73 atau turun 2,68 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 2,12 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,67 persen.Dari 1.671 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Mei 2022, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 64,75 persen; gabah kering giling (GKG) 21,78 persen; dan gabah luar kualitas 13,47 persen.Selama Mei 2022, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.461,00 per kg atau naik 2,12 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.578,00 per kg atau naik 2,15 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.139,00 per kg atau naik 1,27 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.254,00 per kg atau naik 1,16 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.278,00 per kg atau naik 1,97 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.380,00 per kg atau naik 2,13 persen.Dibandingkan Mei 2021, rata-rata harga gabah pada Mei 2022 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 1,45 persen; 3,93 persen; dan 3,41 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Mei 2022 dibandingkan dengan Mei 2021 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 1,78 persen; 4,08 persen; dan 3,68 persen.Selama Mei 2022, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 906 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.155 observasi beras di penggilingan.Pada Mei 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.513,00 per kg, turun sebesar 0,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.065,00 per kg atau turun sebesar 0,43 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.902,00 per kg atau naik sebesar 0,55 persen.Dibandingkan dengan Mei 2021, rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2022 untuk kualitas premium turun sebesar 1,19 persen, sedangkan kualitas medium dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 1,75 persen dan 2,20 persen.
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada April 2022 mencapai 111,06 ribu kunjungan dan jumlah penumpang angkutan udara internasional pada April 2022 naik 55,77 persen.
2022-06-02
A. Perkembangan Pariwisata Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada April 2022 mencapai 111,06 ribu kunjungan, naik tajam 499,01 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada April 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada April 2022 meningkat sebesar 172,27 persen. Dari Januari hingga April 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 185,44 ribu kunjungan, naik signifikan sebesar 350,09 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk utama pada periode yang sama tahun 2021. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada April 2022 mencapai 34,23 persen, turun tipis 0,40 poin dibandingkan dengan TPK April 2021. Sama halnya jika dibandingkan dengan TPK bulan sebelumnya, TPK April 2022 juga turun sebesar 10,92 poin. TPK hotel klasifikasi nonbintang pada April 2022 tercatat sebesar 17,40 persen, turun 0,59 poin dibandingkan dengan TPK April 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK nonbintang pada April 2022 turun 4,66 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama April 2022 tercatat sebesar 1,62 hari, turun 0,10 poin dibandingkan April 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, rata-rata lama menginap selama April 2022 tidak menunjukkan adanya perbedaan. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada April 2022 sebanyak 3,8 juta orang, turun 4,53 persen dibanding Maret 2022. Sementara, jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 55,77 persen menjadi 292,7 ribu orang. Selama Januari - April 2022, jumlah penumpang domestik sebanyak 14,5 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 666,2 ribu orang, masing-masing naik sebesar 49,59 persen dan 296,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada April 2022 tercatat 1,4 juta orang, naik 4,11 persen dibanding Maret 2022. Jumlah barang yang diangkut turun 2,50 persen menjadi 26,5 juta ton. Selama Januari - April 2022, jumlah penumpang mencapai 5,2 juta orang, naik 2,03 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2021, sedangkan jumlah barang yang diangkut turun 0,06 persen mencapai 104,5 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada April 2022 sebanyak 19,6 juta orang, naik 0,98 persen dibanding Maret 2022. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 2,33 persen menjadi 5,2 juta ton. Selama Januari - April 2022, jumlah penumpang mencapai 69,9 juta orang atau naik 33,01 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 16,33 persen menjadi 18,7 juta ton.
Download PDFInflasi terjadi pada Mei 2022 sebesar 0,40 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,24 persen.
2022-06-02
Pada Mei 2022 terjadi inflasi sebesar 0,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,42. Dari 90 kota IHK, 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,24 persen dengan IHK sebesar 116,00 dan terendah terjadi di Gunungsitoli dan Tangerang masing-masing sebesar 0,05 persen dengan IHK masing-masing sebesar 110,63 dan 109,73. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,21 persen dengan IHK sebesar 111,25 dan terendah terjadi di Merauke sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 109,92.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,78 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,43 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen; kelompok transportasi sebesar 0,65 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,30 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,54 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,32 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,20 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2022 sebesar 2,56 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) sebesar 3,55 persen.Komponen inti pada Mei 2022 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Mei) 2022 sebesar 1,63 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) sebesar 2,58 persen.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional April 2022 Naik Sebesar 0,29 Persen
2022-05-17
Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada April 2022 naik sebesar 0,29 persen dibanding upah nominal buruh tani Maret 2022, yaitu dari Rp57.941,00 menjadi Rp58.109,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,68 persen.Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada April 2022 naik 0,01 persen dibanding Maret 2022, yaitu dari Rp92.040,00 menjadi Rp92.049,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,94 persen.
Download PDFEkspor April 2022 mencapai US$27,32 miliar, naik 3,11 persen dibanding Maret 2022 & Impor April 2022 senilai US$19,76 miliar, turun 10,01 persen dibanding Maret 2022
2022-05-17
A. EKSPOR Nilai ekspor Indonesia April 2022 mencapai US$27,32 miliar atau naik 3,11 persen dibanding ekspor Maret 2022. Dibanding April 2021, nilai ekspor naik sebesar 47,76 persen.Ekspor nonmigas April 2022 mencapai US$25,89 miliar, naik 3,17 persen dibanding Maret 2022, dan naik 47,70 persen dibanding ekspor nonmigas April 2021.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2022 mencapai US$93,47 miliar atau naik 38,68 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$88,73 miliar atau naik 39,12 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas April 2022 terhadap Maret 2022 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral yaitu sebesar US$642,8 juta (13,88 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada barang dari logam mulia dan perhiasan/ permata yaitu sebesar US$525,0 juta (47,84 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–April 2022 naik 29,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2021, ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 11,94 persen, dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 106,29 persen.Ekspor nonmigas April 2022 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,49 miliar, disusul Amerika Serikat sebesar US$2,46 miliar dan Jepang sebesar US$2,24 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 39,37 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$5,44 miliar dan US$2,02 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2022 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$13,03 miliar (13,94 persen), diikuti Kalimantan Timur sebesar US$9,51 miliar (10,18 persen) dan Jawa Timur sebesar US$9,13 miliar (9,77 persen).B. IMPOR Nilai impor Indonesia April 2022 mencapai US$19,76 miliar, turun 10,01 persen dibandingkan nilai impor Maret 2022 atau naik 21,97 persen dibandingkan nilai impor April 2021. Impor migas April 2022 senilai US$3,81 miliar, naik 9,21 persen dibandingkan nilai impor Maret 2022 atau naik 88,48 persen dibandingkan nilai impor April 2021. Impor nonmigas April 2022 senilai US$15,95 miliar, turun 13,65 persen dibandingkan nilai impor Maret 2022 atau naik 12,47 persen dibandingkan nilai impor April 2021.Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar April 2022 dibandingkan nilai impor Maret 2022 adalah pada golongan mesin/peralatan mekanis dan bagiannya yaitu sebesar US$483,4 juta (17,68 persen). Sebaliknya peningkatan terbesar adalah pada golongan sayuran yaitu sebesar US$63,6 juta (111,83 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2022 adalah Tiongkok yaitu sebesar US$20,90 miliar (32,58 persen), Jepang yaitu sebesar US$5,63 miliar (8,77 persen), dan Thailand yaitu sebesar US$4,01 miliar (6,24 persen). Impor nonmigas dari ASEAN yaitu sebesar US$11,42 miliar (17,81 persen) dan Uni Eropa sebesar US$3,63 miliar (5,66 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–April 2022 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi yaitu sebesar US$548,8 juta (9,55 persen), bahan baku/penolong sebesar US$14.102,9 juta (31,26 persen), dan barang modal sebesar US$2.337,4 juta (26,78 persen). Neraca perdagangan Indonesia April 2022 mengalami surplus US$7,56 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas sebesar US$9,94 miliar. Sementara di sektor migas terjadi defisit US$2,38 miliar.
Download PDFFebruari 2022: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,83 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 2,89 juta rupiah per bulan
2022-05-09
Jumlah angkatan kerja pada Februari 2022 sebanyak 144,01 juta orang, naik 4,20 juta orang dibanding Februari 2021. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,98 persen poin.Penduduk yang bekerja sebanyak 135,61 juta orang, naik sebanyak 4,55 juta orang dari Februari 2021. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (0,37 persen poin). Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Jasa Lainnya (0,51 persen poin).Sebanyak 81,33 juta orang (59,97 persen) bekerja pada kegiatan informal, naik 0,35 persen poin dibanding Februari 2021.Persentase setengah pengangguran turun 0,85 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu turun sebesar 0,15 persen poin dibandingkan Februari 2021.Jumlah pekerja komuter pada Februari 2022 sebanyak 7,07 juta orang, jumlah pekerja komuter terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2022 sebesar 5,83 persen, turun sebesar 0,43 persen poin dibandingkan dengan Februari 2021.Terdapat 11,53 juta orang (5,53 persen) penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (0,96 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (0,55 juta orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (0,58 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (9,44 juta orang).Rata-rata upah buruh dari Februari 2021 ke Februari 2022 naik 1,12 persen dari 2,86 juta rupiah menjadi 2,89 juta rupiah.Rata-rata upah buruh laki-laki sebesar 3,14 juta rupiah dan rata-rata upah buruh perempuan sebesar 2,43 juta rupiah.Rata-rata upah buruh tertinggi berada di kategori Informasi dan Komunikasi yaitu sebesar 4,86 juta rupiah, sedangkan terendah berada di kategori Jasa Lainnya yaitu sebesar 1,73 juta rupiah.Terdapat 10 dari 17 kategori lapangan pekerjaan dengan rata-rata upah buruh lebih tinggi daripada rata-rata upah buruh nasional.Rata-rata upah buruh berpendidikan universitas sebesar4,37 juta rupiah, sedangkan rata-rata upah buruh berpendidikan SD ke bawah sebesar 1,81 juta rupiah.Menurut kelompok umur, rata-rata upah buruh tertinggi sebesar 3,70 juta rupiah pada kelompok umur 50–54 tahun, sedangkan terendah sebesar 1,66 juta rupiah pada kelompok umur 15–19 tahun.
Download PDFPertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2022
2022-05-09
Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2022 mencapai Rp4.513,0 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.818,6 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 tumbuh sebesar 5,01 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,79 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,22 persen. Ekonomi Indonesia triwulan I-2022 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,96 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 16,54 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 50,54 persen. Kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan I-2022 dengan peranan sebesar 57,78 persen (y-on-y), dengan kinerja ekonomi yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,07 persen dibanding triwulan I-2021.
Download PDF