Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2022 sebesar 106,31 atau naik 1,97 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2022 sebesar 106,31 atau naik 1,97 persen

2022-09-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Agustus 2022 sebesar 106,31 atau naik 1,97 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 1,28 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,68 persen.Pada Agustus 2022, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (12,63 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Riau mengalami penurunan terbesar (1,34 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Agustus 2022 terjadi penurunan Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 1,04 persen yang disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2022 sebesar 106,63 atau naik 1,10 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 6,49 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 2,83 persenDari 1.909 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Agustus 2022, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 62,91 persen; gabah kering giling (GKG) 24,20 persen; dan gabah luar kualitas 12,89 persen.Selama Agustus 2022, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.865,00 per kg atau naik 6,49 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.986,00 per kg atau naik 6,49 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.495,00 per kg atau naik 5,47 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.615,00 per kg atau naik 5,49 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.532,00 per kg atau naik 5,27 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.640,00 per kg atau naik 5,16 persen.Dibandingkan Agustus 2021, rata-rata harga gabah pada Agustus 2022 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 9,38 persen; 9,07 persen; dan 6,84 persen. Di tingkat penggilingan, rata- rata harga gabah pada Agustus 2022 dibandingkan dengan Agustus 2021 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 9,70 persen; 9,07 persen; dan 6,88 persen.Selama Agustus 2022, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 891 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.132 observasi beras di penggilingan.Pada Agustus 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.901,00 per kg, naik sebesar 2,83 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.358,00 per kg atau naik sebesar 2,93 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.069,00 per kg atau naik sebesar 1,84 persen.Dibandingkan dengan Agustus 2021, rata-rata harga beras di penggilingan pada Agustus 2022 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 4,23 persen; 4,96 persen; dan 4,38 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Juli 2022 mencapai 476,97 ribu kunjungan, dan Jumlah penumpang kereta api pada Juli 2022 naik 9,02 persen.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Juli 2022 mencapai 476,97 ribu kunjungan, dan Jumlah penumpang kereta api pada Juli 2022 naik 9,02 persen.

2022-09-01

Perkembangan Pariwisata Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Juli 2022 mencapai 476,97 ribu kunjungan, naik 6.396,46 persen dibandingkan dengan kondisi Juli 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 38,08 persen. Dari Januari hingga Juli 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 1,22 juta kunjungan, naik 1.434,39 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2021. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2022 mencapai 49,77 persen, naik 27,39 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK Juli 2022 justru mengalami penurunan sebesar 0,51 poin. TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Juli 2022 tercatat sebesar 24,69 persen, naik 9,55 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2021 dan naik 0,77 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2022 tercatat sebesar 1,61 hari, tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Namun kondisi ini turun 0,21 poin dibandingkan Juli 2021. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Juli 2022 sebanyak 5,0 juta orang, naik 3,27 persen dibanding kondisi pada Juni 2022. Sementara itu, jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 6,57 persen menjadi 621,3 ribu orang. Selama Januari–Juli 2022, jumlah penumpang domestik sebanyak 29,7 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 2,3 juta orang, masing-masing naik sebesar 78,42 persen dan 651,09 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2021. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Juli 2022 tercatat 1,7 juta orang, naik 3,92 persen dibanding Juni 2022. Jumlah barang yang diangkut turun 1,95 persen menjadi 26,2 juta ton. Selama Januari–Juli 2022, jumlah penumpang mencapai 10,2 juta orang, naik 15,05 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2021, sedangkan jumlah barang yang diangkut naik 0,29 persen atau mencapai 182,5 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Juli 2022 sebanyak 25,7 juta orang, naik 9,02 persen dibanding Juni 2022. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 6,62 persen menjadi 5,5 juta ton. Selama Januari–Juli 2022, jumlah penumpang mencapai 142,9 juta orang, naik 62,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 14,63 persen menjadi 34,1 juta ton.

Download PDF
Deflasi terjadi pada Agustus 2022 sebesar 0,21 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen.

Deflasi terjadi pada Agustus 2022 sebesar 0,21 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen.

2022-09-01

Pada Agustus 2022 terjadi deflasi sebesar 0,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,57. Dari 90 kota IHK, 79 kota mengalami deflasi dan 11 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen dengan IHK sebesar 115,34 dan terendah terjadi di Depok dan Kediri masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 113,29 dan 111,01. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,82 persen dengan IHK sebesar 114,65 dan terendah terjadi di Bekasi sebesar 0,12 persen dengan IHK sebesar 113,74.Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,80 persen; kelompok transportasi sebesar 0,08 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,58 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,25 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,21 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,85 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,33 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2022 sebesar 3,63 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021) sebesar 4,69 persen.Komponen inti pada Agustus 2022 mengalami inflasi sebesar 0,38 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Agustus) 2022 sebesar 2,50 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021) sebesar 3,04 persen.

Download PDF
Ekspor Juli 2022 mencapai US$25,57 miliar, turun 2,20 persen dibanding Juni 2022 dan Impor Juli 2022 senilai US$21,35 miliar, naik 1,64 persen dibanding Juni 2022

Ekspor Juli 2022 mencapai US$25,57 miliar, turun 2,20 persen dibanding Juni 2022 dan Impor Juli 2022 senilai US$21,35 miliar, naik 1,64 persen dibanding Juni 2022

2022-08-15

A. EKSPORNilai ekspor Indonesia Juli 2022 mencapai US$25,57 miliar atau turun 2,20 persen dibanding ekspor Juni 2022. Dibanding Juli 2021 nilai ekspor naik sebesar 32,03 persen.Ekspor nonmigas Juli 2022 mencapai US$24,20 miliar, turun 1,64 persen dibanding Juni 2022, dan naik 31,58 persen dibanding ekspor nonmigas Juli 2021.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2022 mencapai US$166,70 miliar atau naik 36,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$157,55 miliar atau naik 36,45 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas Juli 2022 terhadap Juni 2022 terjadi pada komoditas besi dan baja sebesar US$257,4 juta (11,51 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$354,2 juta (6,86 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juli 2022 naik 24,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2021, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 14,93 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 104,59 persen.Ekspor nonmigas Juli 2022 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,03 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,51 miliar dan India US$2,26 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,50 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$4,68 miliar dan US$1,88 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juli 2022 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$22,53 miliar (13,52 persen), diikuti Kalimantan Timur US$19,67 miliar (11,80 persen) dan Jawa Timur US$14,86 miliar (8,92 persen).B.IMPORNilai impor Indonesia Juli 2022 mencapai US$21,35 miliar, naik 1,64 persen dibandingkan Juni 2022 atau naik 39,86 persen dibandingkan Juli 2021.Impor migas Juli 2022 senilai US$4,46 miliar, naik 21,30 persen dibandingkan Juni 2022 atau naik 148,38 persen dibandingkan Juli 2021.Impor nonmigas Juli 2022 senilai US$16,89 miliar, turun 2,53 persen dibandingkan Juni 2022 atau naik 25,41 persen dibandingkan Juli 2021.Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Juli 2022 dibandingkan Juni 2022 adalah logam mulia dan perhiasan/permata US$193,7 juta (62,51 persen). Sedangkan penurunan terbesar adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$175,6 juta (6,28 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juli 2022 adalah Tiongkok US$38,02 miliar (33,47 persen), Jepang US$9,85 miliar (8,67 persen), dan Thailand US$6,78 miliar (5,97 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$19,69 miliar (17,33 persen) dan Uni Eropa US$6,32 miliar (5,56 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Juli 2022 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$734,3 juta (7,05 persen), bahan baku/penolong US$26.153,7 juta (32,43 persen), dan barang modal US$4.339,1 juta (28,48 persen).Neraca perdagangan Indonesia Juli 2022 mengalami surplus US$4,23 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$7,31 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$3,08 miliar.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan II-2022 Tumbuh 5,44 Persen (y-on-y)

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2022 Tumbuh 5,44 Persen (y-on-y)

2022-08-05

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2022 mencapai Rp4 919,9 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2 923,7 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan II-2022 terhadap triwulan II-2021 tumbuh sebesar 5,44 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,27 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,74 persen.Ekonomi Indonesia triwulan II-2022 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,72 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,15 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 32,00 persen.Penguatan ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2022 terlihat pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi kontributor utama dengan peranan sebesar 56,55 persen dari ekonomi Nasional, dengan kinerja ekonomi yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,66 persen (y-on-y) dibanding triwulan II-2021.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juli 2022 Naik Sebesar 0,19 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juli 2022 Naik Sebesar 0,19 Persen

2022-08-01

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks harga konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Juli 2022 naik sebesar 0,19 persen dibanding upah nominal buruh tani Juni 2022, yaitu dari Rp58.337,00 menjadi Rp58.445,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,52 persen.Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juli 2022 naik 0,30 persen dibanding Juni 2022, yaitu dari Rp92.252,00 menjadi Rp92.529,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,34 persen.

Download PDF
Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2022 sebesar 3,93; meningkat dibandingkan IPAK 2021

Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2022 sebesar 3,93; meningkat dibandingkan IPAK 2021

2022-08-01

Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2022 sebesar 3,93 pada skala 0 sampai 5. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian 2021 (3,88).Nilai indeks semakin mendekati 5 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin antikorupsi, sebaliknya nilai indeks yang semakin mendekati 0 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin permisif terhadap korupsi. IPAK disusun berdasarkan dua dimensi, yaitu Dimensi Persepsi dan Dimensi Pengalaman. Nilai Indeks Persepsi 2022 sebesar 3,80 menurun (0,03 poin) dibandingkan Indeks Persepsi 2021 (3,83). Sebaliknya, Indeks Pengalaman 2022 (3,99) meningkat sebesar 0,09 poin dibanding Indeks Pengalaman 2021 (3,90). IPAK masyarakat perkotaan 2022 lebih tinggi (3,96) dibanding masyarakat perdesaan (3,90).Semakin tinggi pendidikan, masyarakat cenderung semakin antikorupsi. Pada 2022, IPAK masyarakat berpendidikan dasar (SD ke bawah) sebesar 3,87; menengah (SMP dan SMA) sebesar 3,94; dan tinggi (di atas SMA) sebesar 4,04.

Download PDF
Harga Produsen Mengalami Inflasi 4,09 Persen di Triwulan II-2022

Harga Produsen Mengalami Inflasi 4,09 Persen di Triwulan II-2022

2022-08-01

Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan II- 2022 naik 4,09 persen terhadap triwulan I-2022 (q-to-q) dan naik 11,77 persen terhadap triwulan II-2021 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian triwulan II-2022 naik 0,43 persen terhadap triwulan I-2022 (q-to-q) dan naik 6,37 persen terhadap triwulan II-2021 (y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2022 naik 24,03 persen dibandingkan triwulan I-2022 (q-to-q) dan naik 68,44 persen terhadap triwulan II-2021 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan II-2022 naik 1,10 persen terhadap triwulan I-2022 (q-to-q) dan naik 4,51 persen terhadap triwulan II-2021 (y-on-y). IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan II-2022 naik 0,14 persen dibandingkan dengan triwulan I-2022 (q-to-q) dan terhadap triwulan II- 2021 (y-on-y) naik 0,49 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan II-2022 naik 0,21 persen jika dibandingkan dengan triwulan I-2022 (q-to-q) dan naik 1,00 persen terhadap triwulan II-2021 (y-on-y). IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan II-2022 naik 10,33 persen terhadap triwulan I-2022 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2021 (y-on-y) naik 14,73 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan II-2022 naik 0,52 persen terhadap triwulan I-2022 (q-to-q) dan naik 1,49 persen terhadap triwulan II-2021 (y-on-y). IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan II-2022 naik 0,07 persen terhadap triwulan I-2022 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan II-2021 (y-on-y) naik 3,76 persen. IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan II-2022 naik 0,45 persen terhadap triwulan I-2022 (q-to-q) dan naik 2,72 persen terhadap triwulan II-2021 (y-on-y).

Download PDF
Pada Juli 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,46 persen

Pada Juli 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,46 persen

2022-08-01

Pada Juli 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,46 persen terhadap IHPB Juni 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,06 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juli 2022 antara lain: cabai merah, bawang merah, cabai hijau, cabai rawit, batu bara, solar, tepung terigu, mie kering instan, dan LPG.Perubahan IHPB di tahun kalender 2022 adalah sebesar 3,98 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 5,35 persen.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juli 2022 naik sebesar 0,64 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas solar, aspal, semen, dan pasir.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2022 sebesar 104,25 atau turun 1,61 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2022 sebesar 104,25 atau turun 1,61 persen

2022-08-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Juli 2022 sebesar 104,25 atau turun 1,61 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 1,04 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,58 persen.Pada Juli 2022, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (11,43 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Riau mengalami kenaikan tertinggi (1,70 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Juli 2022 terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,71 persen yang disebabkan oleh kenaikan Indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juli 2022 sebesar 105,47 atau turun 1,34 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 0,68 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 1,38 persen.Dari 1.832 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Juli 2022, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 66,27 persen, gabah kering giling (GKG) 21,56 persen, dan gabah luar kualitas 12,17 persen.Selama Juli 2022, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.569,00 per kg atau naik 0,68 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.682,00 per kg atau naik 0,71 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.210,00 per kg atau naik 1,19 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.323,00 per kg atau naik 1,03 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.305,00 per kg atau naik 0,78 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.412,00 per kg atau naik 0,88 persen.Dibandingkan Juli 2021, rata-rata harga gabah pada Juli 2022 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 5,99 persen; 6,89 persen; dan 8,21 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Juli 2022 dibandingkan dengan Juli 2021 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 6,22 persen; 6,42 persen; dan 8,34 persen.Selama Juli 2022, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 893 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.132 observasi beras di penggilingan.Pada Juli 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.629,00 per kg, naik sebesar 1,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.092,00 per kg atau naik sebesar 0,93 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.906,00 per kg atau naik sebesar 0,64 persen.Dibandingkan dengan Juli 2021, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juli 2022 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 2,41 persen; 2,31 persen; dan 5,00 persen.

Download PDF