Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Juni 2022 mencapai 345,44 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Juni 2022 naik 23,28 persen

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Juni 2022 mencapai 345,44 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Juni 2022 naik 23,28 persen

2022-08-01

A. Perkembangan Pariwisata Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Juni 2022 mencapai 345,44 ribu kunjungan, naik tajam 1.973,96 persen dibandingkan dengan kondisi Juni 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada Juni 2022 juga mengalami peningkatan, yaitu sebesar 62,69 persen. Dari Januari hingga Juni 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 743,21 ribu kunjungan, naik 929,66 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2021. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2022 mencapai 50,28 persen, naik 11,73 poin dibandingkan dengan TPK Juni 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK Juni 2022 juga mengalami peningkatan, yaitu sebesar 0,43 poin. TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Juni 2022 tercatat sebesar 23,92 persen, naik 3,80 poin dibandingkan dengan TPK Juni 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Juni 2022 turun 0,83 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juni 2022 tercatat sebesar 1,61 hari, turun 0,07 poin dibandingkan Juni 2021, namun meningkat ti pis 0,03 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domesti k yang berangkat pada Juni 2022 sebanyak 4,9 juta orang, turun 7,80 persen dibanding kondisi pada Mei 2022. Sementara itu, jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 23,28 persen menjadi 583,0 ribu orang. Selama Januari–Juni 2022, jumlah penumpang domesti k sebanyak 24,6 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 1,7 juta orang, masing-masing naik sebesar 57,59 persen dan 540,90 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2021. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Juni 2022 tercatat 1,6 juta orang atau turun 7,38 persen dibanding kondisi pada Mei 2022. Jumlah barang yang diangkut naik 6,89 persen menjadi 26,7 juta ton. Selama Januari–Juni 2022 jumlah penumpang mencapai 8,5 juta orang atau naik 9,55 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2021, dan jumlah barang yang diangkut naik 0,32 persen atau mencapai 156,3 Juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Juni 2022 sebanyak 23,5 juta orang atau naik 0,29 persen dibanding kondisi pada Mei 2022. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 8,04 persen menjadi 5,2 juta ton. Selama Januari–Juni 2022, jumlah penumpang mencapai 116,8 juta orang atau naik 42,49 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2021. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 14,79 persen menjadi 28,6 juta ton.

Download PDF
Inflasi terjadi pada Juli 2022 sebesar 0,64 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 2,27 persen.

Inflasi terjadi pada Juli 2022 sebesar 0,64 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 2,27 persen.

2022-08-01

Pada Juli 2022 terjadi inflasi sebesar 0,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,80. Seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 2,27 persen dengan IHK sebesar 113,98 dan terendah terjadi di Pematang Siantar dan Tanjung masing-masing sebesar 0,04 persen dengan IHK masing-masing sebesar 112,53 dan 113,88.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,16 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,23 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,47 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,25 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen; kelompok transportasi sebesar 1,13 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,33 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,34 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,34 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,27 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2022 sebesar 3,85 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2022 terhadap Juli 2021) sebesar 4,94 persen.Komponen inti pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juli) 2022 sebesar 2,11 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2022 terhadap Juli 2021) sebesar 2,86 persen.

Download PDF
Gini Ratio Maret 2022 tercatat sebesar 0,384

Gini Ratio Maret 2022 tercatat sebesar 0,384

2022-07-15

Pada Maret 2022, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan Gini Ratio adalah sebesar 0,384. Angka ini meningkat 0,003 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2021 yang sebesar 0,381, namun tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2021 yaitu sebesar 0,384. Gini Ratio di perkotaan pada Maret 2022 tercatat sebesar 0,403; naik dibanding Gini Ratio September 2021 yang sebesar 0,398 dan Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,401. Gini Ratio di perdesaan pada Maret 2022 tercatat sebesar 0,314; tidak berubah dari kondisi September 2021, namun turun jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,315. Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah sebesar 18,06 persen. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada Maret 2022 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Jika dirinci berdasarkan daerah, di perkotaan angkanya tercatat sebesar 17,07 persen yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan rendah. Sementara untuk perdesaan, angkanya tercatat sebesar 21,01 persen, yang juga berarti tergolong pada kategori ketimpangan rendah.

Download PDF
Persentase Penduduk Miskin Maret 2022 turun menjadi 9,54 persen

Persentase Penduduk Miskin Maret 2022 turun menjadi 9,54 persen

2022-07-15

Persentase penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 9,54 persen, menurun 0,17 persen poin terhadap September 2021 dan menurun 0,60 persen poin terhadap Maret 2021.Jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 26,16 juta orang, menurun 0,34 juta orang terhadap September 2021 dan menurun 1,38 juta orang terhadap Maret 2021.Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2021 sebesar 7,60 persen, turun menjadi 7,50 persen pada Maret 2022. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebesar 12,53 persen, turun menjadi 12,29 persen pada Maret 2022.Dibanding September 2021, jumlah penduduk miskin Maret 2022 perkotaan turun sebanyak 0,04 juta orang (dari 11,86 juta orang pada September 2021 menjadi 11,82 juta orang pada Maret 2022). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 0,30 juta orang (dari 14,64 juta orang pada September 2021 menjadi 14,34 juta orang pada Maret 2022).Garis Kemiskinan pada Maret 2022 tercatat sebesar Rp505.469,00/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp374.455,00 (74,08 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp131.014,00 (25,92 persen).Pada Maret 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,74 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.395.923,00/rumah tangga miskin/bulan.

Download PDF
Ekspor Juni 2022 mencapai US$26,09 miliar, naik 21,30 persen dibanding Mei 2022 & Impor Juni 2022 senilai US$21,00 miliar, naik 12,87 persen dibanding Mei 2022

Ekspor Juni 2022 mencapai US$26,09 miliar, naik 21,30 persen dibanding Mei 2022 & Impor Juni 2022 senilai US$21,00 miliar, naik 12,87 persen dibanding Mei 2022

2022-07-15

A. EKSPORNilai ekspor Indonesia Juni 2022 mencapai US$26,09 miliar atau naik 21,30 persen dibanding ekspor Mei 2022. Dibanding Juni 2021 nilai ekspor naik sebesar 40,68 persen.Ekspor nonmigas Juni 2022 mencapai US$24,56 miliar, naik 22,71 persen dibanding Mei 2022, dan naik 41,89 persen dibanding ekspor nonmigas Juni 2021.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2022 mencapai US$141,07 miliar atau naik 37,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$133,31 miliar atau naik 37,33 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juni 2022 terhadap Mei 2022 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$2.538,9 juta (300,66 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$491,7 juta (18,02 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juni 2022 naik 25,82 persen dibanding periode yang sama tahun 2021, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 13,19 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 107,19 persen.Ekspor nonmigas Juni 2022 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,09 miliar, disusul India US$2,53 miliar dan Amerika Serikat US$2,46 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,06 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$5,08 miliar dan US$1,68 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juni 2022 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$19,23 miliar (13,64 persen), diikuti Kalimantan Timur US$16,06 miliar (11,39 persen) dan Jawa Timur US$12,87 miliar (9,12 persen).B. IMPOR Nilai impor Indonesia Juni 2022 mencapai US$21,00 miliar, naik 12,87 persen dibandingkan Mei 2022 atau naik 21,98 persen dibandingkan Juni 2021.Impor migas Juni 2022 senilai US$3,67 miliar, naik 9,52 persen dibandingkan Mei 2022 atau naik 59,84 persen dibandingkan Juni 2021.Impor nonmigas Juni 2022 senilai US$17,33 miliar, naik 13,60 persen dibandingkan Mei 2022 atau naik 16,15 persen dibandingkan Juni 2021.Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Juni 2022 dibandingkan Mei 2022 adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$611,5 juta (27,99 persen). Sedangkan penurunan terbesar adalah gula dan kembang gula US$152,8 juta (39,57 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2022 adalah Tiongkok US$32,08 miliar (33,17 persen), Jepang US$8,35 miliar (8,63 persen), dan Thailand US$5,83 miliar (6,03 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$16,82 miliar (17,39 persen) dan Uni Eropa US$5,49 miliar (5,67 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Juni 2022 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$712,9 juta (8,11 persen), bahan baku/penolong US$21.010,9 juta (30,41 persen), dan barang modal US$3.418,4 juta (25,98 persen).Neraca perdagangan Indonesia Juni 2022 mengalami surplus US$5,09 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$7,23 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$2,14 miliar.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juni 2022 Naik Sebesar 0,18 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juni 2022 Naik Sebesar 0,18 Persen

2022-07-01

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks harga konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Juni 2022 naik sebesar 0,18 persen dibanding upah nominal buruh tani Mei 2022, yaitu dari Rp58.232,00 menjadi Rp58.337,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 1,03 persen.Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juni 2022 naik 0,03 persen dibanding Mei 2022, yaitu dari Rp92.224,00 menjadi Rp92.252,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,58 persen.

Download PDF
Pada Juni 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,67 persen

Pada Juni 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,67 persen

2022-07-01

Pada Juni 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,67 persen terhadap IHPB Mei 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,96 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2022 antara lain: cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, bawang merah, tepung terigu, dan semen.Perubahan IHPB di tahun kalender 2022 adalah sebesar 3,50 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 4,96 persen.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juni 2022 naik sebesar 0,58 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas aspal, semen, solar, batu split, serta cat dan sejenisnya.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2022 sebesar 105,96 atau naik 0,52 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2022 sebesar 105,96 atau naik 0,52 persen

2022-07-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Juni 2022 sebesar 105,96 atau naik 0,52 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,47 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,94 persen.Pada Juni 2022, NTP Provinsi Kalimantan Timur mengalami kenaikan tertinggi (2,26 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Bengkulu mengalami penurunan terbesar (5,01 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Juni 2022 terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 1,21 persen yang disebabkan oleh hampir seluruh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juni 2022 sebesar 106,91 atau naik 1,11 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 1,72 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,16 persenDari 1.589 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Juni 2022, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 63,62 persen; gabah kering giling (GKG) 22,47 persen; dan gabah luar kualitas 13,91 persen.Selama Juni 2022, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.538,00 per kg atau naik 1,72 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.649,00 per kg atau naik 1,56 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.148,00 per kg atau naik 0,19 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.269,00 per kg atau naik 0,28 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.272,00 per kg atau turun 0,15 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.374,00 per kg atau turun 0,15 persen.Dibandingkan Juni 2021, rata-rata harga gabah pada Juni 2022 di tingkat petani untuk kualitas GKP turun sebesar 0,16 persen, sedangkan kualitas GKG dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 3,72 persen dan 3,13 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Juni 2022 dibandingkan dengan Juni 2021 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 0,08 persen; 3,62 persen; dan 3,33 persen.Selama Juni 2022, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 906 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.158 observasi beras di penggilingan.Pada Juni 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.497,00 per kg, turun sebesar 0,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.008,00 per kg atau turun sebesar 0,63 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.849,00 per kg atau turun sebesar 0,60 persen.Dibandingkan dengan Juni 2021, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni 2022 untuk kualitas premium turun sebesar 0,42 persen, sedangkan kualitas medium dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 1,14 persen dan 1,77 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Mei 2022 mencapai 212,33 ribu kunjungan, dan Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Mei 2022 naik 40,41 persen

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Mei 2022 mencapai 212,33 ribu kunjungan, dan Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Mei 2022 naik 40,41 persen

2022-07-01

A. Perkembangan Pariwisata Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Mei 2022 mencapai 212,33 ribu kunjungan, naik tajam 1.382,45 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Mei 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada Mei 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 91,19 persen. Dari Januari hingga Mei 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 397,77 ribu kunjungan, naik 616,40 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2021. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Mei 2022 mencapai 49,85 persen, naik 17,88 poin dibandingkan dengan TPK Mei 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK Mei 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 15,62 poin. TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Mei 2022 tercatat sebesar 24,75 persen, naik 6,69 poin dibandingkan dengan TPK Mei 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Mei 2022 naik 7,35 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Mei 2022 tercatat sebesar 1,58 hari, turun 0,09 poin dibandingkan Mei 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, rata-rata lama menginap selama Mei 2022 juga turun sebesar 0,04 poin. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Mei 2022 sebanyak 5,3 juta orang, naik 40,41 persen dibanding April 2022. Sementara, jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 61,56 persen menjadi 472,9 ribu orang. Selama Januari–Mei 2022, jumlah penumpang domestik sebanyak 19,8 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 1,1 juta orang, masing-masing naik sebesar 63,13 persen dan 436,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Mei 2022 tercatat 1,7 juta orang atau naik 27,28 persen dibanding April 2022. Jumlah barang yang diangkut turun 5,44 persen menjadi 25,0 juta ton. Selama Januari–Mei 2022, jumlah penumpang mencapai 6,9 juta orang atau naik 8,43 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2021, sedangkan jumlah barang yang diangkut naik 0,12 persen atau mencapai 129,5 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Mei 2022 sebanyak 23,4 juta orang atau naik 19,26 persen dibanding April 2022. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 7,79 persen menjadi 4,8 juta ton. Selama Januari–Mei, 2022 jumlah penumpang mencapai 93,3 juta orang atau naik 38,43 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2021. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 15,19 persen menjadi 23,4 juta ton.

Download PDF
Inflasi terjadi pada Juni 2022 sebesar 0,61 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 2,72 persen.

Inflasi terjadi pada Juni 2022 sebesar 0,61 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 2,72 persen.

2022-07-01

Pada Juni 2022 terjadi inflasi sebesar 0,61 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,09. Dari 90 kota IHK, 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 2,72 persen dengan IHK sebesar 113,64 dan terendah terjadi di Pontianak sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 111,11. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 0,61 persen dengan IHK sebesar 111,45 dan terendah terjadi di Tanjung Pandan sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 115,97.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,77 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,53 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen; kelompok transportasi sebesar 0,30 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,12 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,33 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,16 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juni) 2022 sebesar 3,19 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021) sebesar 4,35 persen.Komponen inti pada Juni 2022 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juni) 2022 sebesar 1,82 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021) sebesar 2,63 persen.

Download PDF