Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Triwulan I-2019 Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,12 Persen

Triwulan I-2019 Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,12 Persen

2019-05-02

Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan I-2019 naik 0,12 persen terhadap triwulan IV-2018 (q-to-q) dan naik 1,66 persen terhadap triwulan I-2018 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian triwulan I-2019 naik 0,27 persen terhadap triwulan IV-2018 (q-to-q) dan naik 1,02 persen terhadap triwulan I-2018 (y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2019 turun 1,98 persen dibandingkan triwulan IV-2018 (q-to-q) dan naik 0,17 persen terhadap triwulan I-2018 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2019 naik 0,40 persen terhadap triwulan IV-2018 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan I-2018 (y-on-y) naik 2,06 persen. IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan I-2019 naik 0,01 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2018 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2018 (y-on-y) naik 0,43 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan I-2019 naik 0,01 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2018 (q-to-q) dan naik 0,07 persen terhadap triwulan I-2018 (y-on-y). IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan I-2019 naik 2,16 persen terhadap triwulan IV-2018 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan I-2018 (y-on-y) naik 7,19 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan I-2019 naik 0,23 persen terhadap triwulan IV-2018 (q-to-q) dan naik 0,86 persen terhadap triwulan I-2018 (y-on-y).

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Maret 2019 Naik Sebesar 0,17 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Maret 2019 Naik Sebesar 0,17 Persen

2019-04-15

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Maret 2019 naik sebesar 0,17 persen dibanding upah buruh tani Februari 2019, yaitu dari Rp53.781,00 menjadi Rp53.873,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,16 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Maret 2019 naik 0,01 persen dibanding upah Februari 2019, yaitu dari Rp88.628,00 menjadi Rp88.637,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,10 persen.

Download PDF
Ekspor Maret 2019 Mencapai US$14,03 Miliar, sedangkan nilai impor mencapai US$13,49 miliar

Ekspor Maret 2019 Mencapai US$14,03 Miliar, sedangkan nilai impor mencapai US$13,49 miliar

2019-04-15

Nilai ekspor Indonesia Maret 2019 mencapai US$14,03 miliar atau meningkat 11,71 persen dibanding ekspor Februari 2019. Sementara jika dibanding Maret 2018 menurun 10,01 persen. Ekspor nonmigas Maret 2019 mencapai US$12,93 miliar, naik 13,00 persen dibanding Februari 2019. Sementara dibanding ekspor nonmigas Maret 2018, turun 9,23 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2019 mencapai US$40,51 miliar atau menurun 8,50 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$37,07 miliar atau menurun 7,83 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2019 terhadap Februari 2019 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$401,3 juta (24,21 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$31,8 juta (4,84 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Maret 2019 turun 6,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 14,08 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik 1,53 persen. Ekspor nonmigas Maret 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1,97 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,38 miliar dan Jepang US$1,17 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,00 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,11 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Maret 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$7,38 miliar (18,23 persen), diikuti Jawa Timur US$4,68 miliar (11,56 persen) dan Kalimantan Timur US$4,20 miliar (10,36 persen).Nilai impor Indonesia Maret 2019 mencapai US$13,49 miliar atau naik 10,31 persen dibanding Februari 2019, namun bila dibandingkan Maret 2018 turun 6,76 persen. Impor nonmigas Maret 2019 mencapai US$11,95 miliar atau naik 12,24 persen dibanding Februari 2019 dan turun 2,29 persen jika dibanding Maret 2018. Impor migas Maret 2019 mencapai US$1,54 miliar atau turun 2,70 persen dibanding Februari 2019, demikian juga apabila dibandingkan Maret 2018 turun 31,17 persen. Peningkatan impor nonmigas terbesar Maret 2019 dibanding Februari 2019 adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar US$211,2 juta (17,04 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung sebesar US$47,8 juta (67,32 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$10,42 miliar (29,01 persen), Jepang US$3,97 miliar (11,05 persen), dan Thailand US$2,42 miliar (6,75 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 19,21 persen, sementara dari Uni Eropa 8,37 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–Maret 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 14,31 persen, 7,27 persen, dan 4,17 persen.

Download PDF
Pada tahun 2018, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai 71,39

Pada tahun 2018, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai 71,39

2019-04-15

Pembangunan manusia di Indonesia terus mengalami kemajuan. Pada tahun 2018, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai 71,39. Angka ini meningkat sebesar 0,58 poin atau tumbuh sebesar 0,82 persen dibandingkan tahun 2017.Bayi yang lahir pada tahun 2018 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,20 tahun, lebih lama 0,14 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir tahun sebelumnya.Anak-anak yang pada tahun 2018 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,91 tahun (Diploma I), lebih lama 0,06 tahun dibandingkan dengan yang berumur sama pada tahun 2017.Penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,17 tahun (kelas IX), lebih lama 0,07 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.Pada tahun 2018, masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 11,06 juta rupiah per tahun, meningkat 395 ribu rupiah dibandingkan pengeluaran tahun sebelumnya.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Februari 2019 mencapai 1,27 juta kunjungan

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Februari 2019 mencapai 1,27 juta kunjungan

2019-04-01

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Februari 2019 naik 6,12 persen dibanding jumlah kunjungan pada Februari 2018, yaitu dari 1,20 juta kunjungan menjadi 1,27 juta kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Januari 2019, jumlah kunjungan wisman pada Februari 2019 mengalami kenaikan sebesar 4,80 persen.Secara kumulatif (Januari–Februari 2019), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,48 juta kunjungan atau naik 8,19 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 2,30 juta kunjungan.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Februari 2019 mencapai rata-rata 52,44 persen atau turun 3,77 poin dibandingkan dengan TPK Februari 2018 yang tercatat sebesar 56,21 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Januari 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Februari 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,97 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Februari 2019 tercatat sebesar 1,93 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,01 poin jika dibandingkan keadaan Februari 2018.

Download PDF
NTP Nasional Maret 2019 Sebesar 102,73 Atau Turun 0,21 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya

NTP Nasional Maret 2019 Sebesar 102,73 Atau Turun 0,21 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya

2019-04-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.NTP nasional Maret 2019 sebesar 102,73 atau turun 0,21 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,02 persen, lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,23 persen.Pada Maret 2019, NTP Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan terbesar (2,43 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan tertinggi (1,41 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Maret 2019 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,33 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2019 sebesar 111,14 atau turun 0,04 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 2.135 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Maret 2019, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 69,04 persen, gabah kering giling (GKG) 8,99 persen, dan gabah kualitas rendah 21,97 persen.Selama Maret 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.604,00 per kg atau turun 9,98 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.706,00 per kg atau turun 9,87 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Februari 2019. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.530,00 per kg atau turun 5,11 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.654,00 per kg atau turun 5,01 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.296,00 per kg atau turun 6,93 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.393,00 per kg atau turun 6,95 persen.Dibandingkan Maret 2018, rata-rata harga pada Maret 2019 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami penurunan masing-masing 3,22 persen dan 1,63 persen, sedangkan GKG mengalami kenaikan 1,62 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Maret 2019 dibandingkan dengan Maret 2018 untuk GKP dan gabah kualitas rendah juga mengalami penurunan masing-masing 2,87 persen dan 1,61 persen, sedangkan GKG mengalami kenaiakan 1,78 persen.Pada Maret 2019, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.815,00 per kg, turun sebesar 1,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.555,00 per kg, turun sebesar 2,49 persen. Sementara rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.271,00 per kg, turun sebesar 2,15 persen.Dibandingkan dengan Maret 2018, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret 2019 untuk semua kualitas yaitu premium, medium, dan rendah mengalami penurunan masing-masing 0,79 persen, 1,47 persen, dan 2,96 persen.

Download PDF
Maret 2019 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,13 persen

Maret 2019 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,13 persen

2019-04-01

Pada Maret 2019, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,13 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,95 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2019 antara lain cabai rawit, bawang merah, batu bara, solar, minyak kelapa sawit (CPO), serta bijih, kerak dan abu logam ekspor. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Maret 2019 naik sebesar 0,17 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas tripleks, plywood, dan sejenisnya; pasir; perlengkapan listrik; pendingin ruangan; dan alat konstruksi. IHPB Umum naik 0,23 persen pada Februari 2019 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,44 persen. IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Februari 2019 masing-masing naik sebesar 0,75 persen dan 2,22 persen terhadap bulan sebelumnya.

Download PDF
Maret 2019 inflasi sebesar 0,11 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,86 persen.

Maret 2019 inflasi sebesar 0,11 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,86 persen.

2019-04-01

Pada Maret 2019 terjadi inflasi sebesar 0,11 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,87. Dari 82 kota IHK, 51 kota mengalami inflasi dan 31 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,86 persen dengan IHK sebesar 132,17 dan terendah terjadi di Bekasi dan Tangerang masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 133,26 dan 143,56. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 3,03 persen dengan IHK sebesar 154,23 dan terendah terjadi di Palembang, Batam, dan Sampit masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 131,94, 137,48, dan 138,61.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,21 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,11 persen; kelompok sandang sebesar 0,23 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,06 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,01 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Maret) 2019 sebesar 0,35 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2019 terhadap Maret 2018) sebesar 2,48 persen.Komponen inti pada Maret 2019 mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Maret) 2019 sebesar 0,72 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Maret 2019 terhadap Maret 2018) sebesar 3,03 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Februari 2019 Naik Sebesar 0,33 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Februari 2019 Naik Sebesar 0,33 Persen

2019-03-15

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Februari 2019 naik sebesar 0,33 persen dibanding upah buruh tani Januari 2019, yaitu dari Rp53.604,00 menjadi Rp53.781,00 per hari. Upah riil mengalami peningkatan sebesar 0,62 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2019 naik 0,21 persen dibanding upah Januari 2019, yaitu dari Rp88.442,00 menjadi Rp88.628,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen.

Download PDF
Ekspor  Februari 2019 Mencapai US$12,53 Miliar

Ekspor Februari 2019 Mencapai US$12,53 Miliar

2019-03-15

Nilai ekspor Indonesia Februari 2019 mencapai US$12,53 miliar atau menurun 10,03 persen dibanding ekspor Januari 2019. Demikian juga dibanding Februari 2018 menurun 11,33 persen. Ekspor nonmigas Februari 2019 mencapai US$11,44 miliar, turun 9,85 persen dibanding Januari 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Februari 2018, turun 10,19 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Februari 2019 mencapai US$26,46 miliar atau menurun 7,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$24,14 miliar atau menurun 7,07 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Februari 2019 terhadap Januari 2019 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$282,1 juta (14,54 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$227,5 juta (53,03 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Februari 2019 turun 5,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 13,33 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik 4,65 persen. Ekspor nonmigas Februari 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1,54 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,27 miliar dan Jepang US$1,03 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,59 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,11 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Februari 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$4,90 miliar (18,51 persen), diikuti Jawa Timur US$3,01 miliar (11,38 persen) dan Kalimantan Timur US$2,67 miliar (10,08 persen).

Download PDF