Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional April 2019 Naik Sebesar 0,15 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional April 2019 Naik Sebesar 0,15 Persen

2019-05-15

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada April 2019 naik sebesar 0,15 persen dibanding upah buruh tani Maret 2019, yaitu dari Rp53.873,00 menjadi Rp53.952,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,66 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada April 2019 naik 0,03 persen dibanding upah Maret 2019, yaitu dari Rp88.637,00 menjadi Rp88.664,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,41 persen.

Download PDF
Ekspor April 2019 Mencapai US$12,60 Miliar

Ekspor April 2019 Mencapai US$12,60 Miliar

2019-05-15

Nilai ekspor Indonesia April 2019 mencapai US$12,60 miliar atau menurun 10,80 persen dibanding ekspor Maret 2019. Demikian juga jika dibanding April 2018 menurun 13,10 persen. Ekspor nonmigas April 2019 mencapai US$11,86 miliar, turun 8,68 persen dibanding Maret 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas April 2018, turun 10,98 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2019 mencapai US$53,20 miliar atau menurun 9,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$48,98 miliar atau menurun 8,54 persen. Ekspor April 2019 Mencapai US$12,60 Miliar. Penurunan terbesar ekspor nonmigas April 2019 terhadap Maret 2019 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$339,2 juta (54,28 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$72,4 juta (15,10 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–April 2019 turun 7,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 12,26 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 3,29 persen. Ekspor nonmigas April 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,04 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,38 miliar dan Jepang US$1,05 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,65 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,16 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$9,69 miliar (18,22 persen), diikuti Jawa Timur US$6,14 miliar (11,53 persen) dan Kalimantan Timur US$5,55 miliar (10,43 persen).

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan I 2019 Tumbuh 5,07 Persen

Ekonomi Indonesia Triwulan I 2019 Tumbuh 5,07 Persen

2019-05-06

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2019 mencapai Rp3 782,4 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2 625,0 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan I-2019 terhadap triwulan I-2018 tumbuh 5,07 persen (y-on-y), meningkat dibanding capaian triwulan I-2018 yang sebesar 5,06 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Perusahaan sebesar 10,36 persen. Dari sisi Pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga yang tumbuh 16,93 persen. Ekonomi Indonesia triwulan I-2019 terhadap triwulan sebelumnya turun sebesar 0,52 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Sementara dari sisi pengeluaran, penurunan disebabkan antara lain oleh kontraksi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto, dan Ekspor. Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan I-2019 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 59,03 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,36 persen, Pulau Kalimantan sebesar 8,26 persen, dan Pulau Sulawesi sebesar 6,14 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,02 persen. Sementara kontribusi terendah diberikan oleh kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua.

Download PDF
Februari 2019: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,01 persen

Februari 2019: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,01 persen

2019-05-06

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2019 sebanyak 136,18 juta orang, naik 2,24 juta orang dibanding Februari 2018. Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat sebesar 0,12 persen poin.Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 50 ribu orang, sejalan dengan TPT yang turun menjadi 5,01 persen pada Februari 2019. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih tertinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,63 persen.Penduduk yang bekerja sebanyak 129,36 juta orang, bertambah 2,29 juta orang dari Februari 2018. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,43 persen poin), Perdagangan (0,39 persen poin), dan Konstruksi (0,34 persen poin). Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan utamanya pada Pertanian (1,00 persen poin); Administrasi Pemerintahan (0,23 persen poin); serta Informasi dan Komunikasi (0,06 persen poin).Sebanyak 74,08 juta orang (57,27 persen) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir (Februari 2018–Februari 2019), pekerja informal turun sebesar 0,95 persen poin.Persentase tertinggi pada Februari 2019 adalah pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu) sebesar 69,96 persen. Sedangkan penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1–7 jam memiliki persentase yang paling kecil, yaitu sebesar 2,69 persen. Sementara itu, pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu (22,67 persen) dan pekerja setengah penganggur (7,37 persen).Rata-rata upah buruh berdasarkan hasil Sakernas Februari 2019 sebesar 2,79 juta rupiah.Rata-rata upah buruh laki-laki sebesar 3,05 juta rupiah dan rata-rata upah buruh perempuan sebesar 2,33 juta rupiah.Terdapat 7 dari 17 kategori lapangan pekerjaan dengan rata-rata upah buruh lebih rendah daripada rata-rata upah buruh nasional.Rata-rata upah buruh berpendidikan universitas sebesar 4,34 juta rupiah, sedangkan buruh berpendidikan SD ke bawah sebesar 1,73 juta rupiah.

Download PDF
Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2019 serta Perkiraan Triwulan II-2019

Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2019 serta Perkiraan Triwulan II-2019

2019-05-06

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) triwulan I-2019 sebesar 102,10 menunjukkan kondisi bisnis secara umum terus tumbuh, walaupun dengan optimisme pelaku bisnis yang lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (ITB triwulan IV-2018 sebesar 104,71).Kondisi bisnis pada triwulan II-2019 diperkirakan meningkat, dengan optimisme pelaku bisnis yang lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya. Kondisi tersebut tercermin dari angka ITB sebesar 106,44. Peningkatan kondisi bisnis diperkirakan terjadi pada seluruh kategori lapangan usaha kecuali kategori lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian.Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan I-2019 sebesar 104,35. Hal ini menunjukkan secara umum konsumen merasakan peningkatan kondisi ekonomi pada triwulan I-2019, namun dengan optimisme yang lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya (ITK triwulan IV-2018 sebesar 110,54).ITK mendatang pada triwulan II-2019 diperkirakan sebesar 120,90 yang menunjukkan kondisi ekonomi konsumen akan meningkat dengan optimisme yang lebih tinggi jika dibandingkan triwulan I-2019.

Download PDF
Pertumbuhan Produksi IBS Triwulan I- 2019 Naik 4,45 Persen (y-on-y)

Pertumbuhan Produksi IBS Triwulan I- 2019 Naik 4,45 Persen (y-on-y)

2019-05-02

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I-2019 naik sebesar 4,45 persen (y-on-y) terhadap triwulan I-2018. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi Industri Pakaian Jadi, naik 29,19 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan, turun 20,98 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I-2019 naik sebesar 0,61 persen (q-to-q) terhadap triwulan IV-2018. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah Industri Furnitur, naik 12,61 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan, turun 23,13 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I-2019 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Gorontalo, naik 31,61 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan terbesar adalah Provinsi Jambi, turun 24,65 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I-2019 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Gorontalo, naik 34,96 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan terbesar adalah Provinsi Jambi, turun 31,56 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Maret 2019 mencapai 1,34 juta kunjungan

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Maret 2019 mencapai 1,34 juta kunjungan

2019-05-02

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Maret 2019 mengalami penurunan 1,82 persen dibanding jumlah kunjungan pada Maret 2018, yaitu dari 1,36 juta kunjungan menjadi 1,34 juta kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Februari 2019, jumlah kunjungan wisman pada Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 5,90 persen. Secara kumulatif (Januari–Maret 2019), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,82 juta kunjungan atau naik 4,28 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 3,66 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Maret 2019 mencapai rata-rata 52,89 persen atau turun 4,21 poin dibandingkan dengan TPK Maret 2018 yang tercatat sebesar 57,10 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Februari 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,45 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Maret 2019 tercatat sebesar 1,81 hari, terjadi penurunan sebesar 0,14 poin jika dibandingkan keadaan Maret 2018.

Download PDF
NTP Nasional April 2019 Sebesar 102,23 Atau Turun 0,49 Persen

NTP Nasional April 2019 Sebesar 102,23 Atau Turun 0,49 Persen

2019-05-02

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.NTP nasional April 2019 sebesar 102,23 atau turun 0,49 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,12 persen, lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,61 persen.Pada April 2019, NTP Provinsi Gorontalo mengalami penurunan terbesar (1,60 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi (1,39 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada April 2019 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,81 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2019 sebesar 111,13 atau relative stabil dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 2.431 transaksi penjualan gabah di 30 provinsi selama April 2019, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 70,13 persen, gabah kering giling (GKG) 10,74 persen, dan gabah kualitas rendah 19,13 persen.Selama April 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.357,00 per kg atau turun 5,37 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.446,00 per kg atau turun 5,53 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.127,00 per kg atau turun 7,29 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.221,00 per kg atau turun 7,65 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.022,00 per kg atau turun 6,37 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.119,00 per kg atau turun 6,25 persen.Dibandingkan April 2018, rata-rata harga pada April 2019 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG dan gabah kualitas rendah mengalami penurunan masing-masing 4,37 persen, 2,21 persen, dan 6,65 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada April 2019 dibandingkan dengan April 2018 untuk GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah juga mengalami penurunan masing-masing 4,25 persen, 2,71 persen dan 6,63 persen.Pada April 2019, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.465,00 per kg, turun sebesar 3,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.144,00 per kg, turun sebesar 4,30 persen. Sementara rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp8.936,00 per kg, turun sebesar 3,61 persen.Dibandingkan dengan April 2018, rata-rata harga beras di penggilingan pada April 2019 untuk semua kualitas yaitu premium, medium, dan rendah mengalami penurunan masing-masing 0,63 persen, 1,83 persen, dan 0,61 persen.

Download PDF
April 2019, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,25 persen

April 2019, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,25 persen

2019-05-02

Pada April 2019, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,25 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,24 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2019 antara lain cabai merah, tomat, bawang merah, ayam ras, minyak kelapa sawit (CPO), dan daging ayam. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada April 2019 naik sebesar 0,03 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas perlengkapan listrik, alat konstruksi, pipa dan assesoriesnya, cat dan cat dasar, serta keramik lantai. IHPB Umum naik 0,47 persen pada Maret 2019 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Impor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,21 persen. HPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Maret 2019 masing-masing naik sebesar 1,33 persen dan 0,96 persen terhadap bulan sebelumnya.

Download PDF
April 2019 inflasi sebesar 0,44 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 1,30 persen

April 2019 inflasi sebesar 0,44 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 1,30 persen

2019-05-02

Pada April 2019 terjadi inflasi sebesar 0,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,47. Dari 82 kota IHK, 77 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 1,30 persen dengan IHK sebesar 140,66 dan terendah terjadi di Pare-Pare sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 129,45. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,27 persen dengan IHK sebesar 131,74 dan terendah terjadi di Maumere sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 126,03.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 1,45 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,19 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen; kelompok sandang sebesar 0,15 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,25 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2019 sebesar 0,80 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2019 terhadap April 2018) sebesar 2,83 persen.Komponen inti pada April 2019 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–April) 2019 sebesar 0,89 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (April 2019 terhadap April 2018) sebesar 3,05 persen.

Download PDF