Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Mei 2018 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,32 persen

Mei 2018 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,32 persen

2018-06-04

Pada Mei 2018, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,32 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 0,82 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2018 antara lain ketela pohon, mangga, alpukat, ayam ras, ayam buras, daging ayam, ikan beku, plastik dan barang dari plastik impor, serta bahan bakar mineral nonmigas ekspor.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Mei 2018 naik sebesar 0,46 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas bak dan tangki, bahan bangunan dari aluminium, pipa dan assesoriesnya, perlengkapan listrik, dan bahan bangunan siap pasang dari kayu.IHPB Umum naik 0,42 persen pada April 2018 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,32 persen.IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada April 2018 masing-masing naik sebesar 0,14 persen dan 1,58 persen terhadap bulan sebelumnya.

Download PDF
Mei 2018 inflasi sebesar 0,21 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,88 persen.

Mei 2018 inflasi sebesar 0,21 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,88 persen.

2018-06-04

Pada Mei 2018 terjadi inflasi sebesar 0,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,99. Dari 82 kota IHK, 65 kota mengalami inflasi dan 17 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,88 persen dengan IHK sebesar 149,87 dan terendah terjadi di Purwokerto dan Tangerang masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 129,28 dan 139,95. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 0,99 persen dengan IHK sebesar 137,93 dan terendah terjadi di Pematangsiantar sebesar 0,01 persen dengan IHK 137,09.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,21 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,31 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,19 persen; kelompok sandang sebesar 0,33 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,09 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,18 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2018 sebesar 1,30 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2018 terhadap Mei 2017) sebesar 3,23 persen.Komponen inti pada Mei 2018 mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Mei) 2018 adalah sebesar 1,12 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Mei 2018 terhadap Mei 2017) sebesar 2,75 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional April naik sebesar 0,52 persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional April naik sebesar 0,52 persen

2018-05-15

• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada April 2018 naik sebesar 0,52 Persen dibanding upah buruh tani Maret 2018, yaitu dari Rp 51.598,00 menjadi Rp 51.864,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,48 persen. • Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada April 2018 naik 0,12 persen dibanding upah Maret 2018, yaitu dari Rp 85.880,00 menjadi Rp 85.983,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen.

Download PDF
April 2018, nilai ekspor Indonesia mencapai US$14,47 miliar dan Nilai impor Indonesia mencapai US$16,09 miliar

April 2018, nilai ekspor Indonesia mencapai US$14,47 miliar dan Nilai impor Indonesia mencapai US$16,09 miliar

2018-05-15

Nilai ekspor Indonesia April 2018 mencapai US$14,47 miliar atau menurun 7,19 persen dibanding ekspor Maret 2018. Sementara dibanding April 2017 meningkat 9,01 persen. Ekspor nonmigas April 2018 mencapai US$13,28 miliar, turun 6,80 persen dibanding Maret 2018. Sementara dibanding ekspor nonmigas April 2017 naik 8,55 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2018 mencapai US$58,74 miliar atau meningkat 8,77 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$53,50 miliar atau meningkat 9,27 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas April 2018 terhadap Mare2018 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$416,4 juta (18,18 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar US$72,5 juta (12,59 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– April 2018 naik 5,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 33,38 persen, sementara ekspor hasil pertanian turun 5,05 persen. Ekspor nonmigas April 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1,82 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,43 miliar dan Jepang US$1,39 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,95 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,39 miliar Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$10,03 miliar (17,08 persen), diikuti Jawa Timur US$6,31 miliar (10,75 persen) dan Kalimantan Timur US$5,94 miliar (10,11 persen).Nilai impor Indonesia April 2018 mencapai US$16,09 miliar atau naik 11,28 persen dibanding Maret 2018, demikian pula jika dibandingkan April 2017 meningkat 34,68 persen. Impor nonmigas April 2018 mencapai US$13,77 miliar atau naik 12,68 persen dibanding Maret 2018, sementara jika dibanding April 2017 meningkat 33,69 persen. Impor migas April 2018 mencapai US$2,32 miliar atau naik 3,62 persen dibanding Maret 2018 dan naik 40,89 persen dibanding April 2017. Peningkatan impor nonmigas terbesar April 2018 dibanding Maret 2018 adalah golongan mesin dan peralatan listrik US$315,3 juta (20,87 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung sebesar US$47,7 juta (36,55 persen). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-April 2018 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$13,92 miliar (27,28 persen), Jepang US$5,98 miliar (11,72 persen), dan Thailand US$3,45 miliar (6,77 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,50 persen, sementara dari Uni Eropa 9,21 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari-April 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 26,09 persen, 21,86 persen, dan 31,04 persen.

Download PDF
Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2018 serta Perkiraan Triwulan II-2018

Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2018 serta Perkiraan Triwulan II-2018

2018-05-07

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) triwulan I-2018 sebesar 106,28 menunjukkan kondisi bisnis secara umum masih tumbuh walaupun optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (ITB triwulan IV-2017 sebesar 111,02). Optimisme pelaku bisnis terjadi pada seluruh kategori lapangan usaha, kecuali pada lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian dan Konstruksi. Peningkatan kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis diperkirakan terjadi pada triwulan II-2018. Hal ini tercermin dari angka ITB sebesar 109,33.Secara umum konsumen masih merasakan optimisme pada triwulan I-2018 (nilai indeks sebesar 103,83) walaupun tidak setinggi optimisme pada triwulan IV-2017 (nilai indeks sebesar 107,00). Hal ini menunjukkan kondisi ekonomi konsumen masih mengalami perbaikan.ITK mendatang pada triwulan II-2018 sebesar 116,38 menunjukkan kondisi ekonomi dan optimisme konsumen diperkirakan mengalami perbaikan pada triwulan II-2018 jika dibandingkan triwulan I-2018.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan I 2018 Tumbuh 5,06 persen

Ekonomi Indonesia Triwulan I 2018 Tumbuh 5,06 persen

2018-05-07

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2018 mencapai Rp3 505,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2 498,4 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan I-2018 terhadap triwulan I-2017 tumbuh 5,06 persen (y-on-y) meningkat dibanding capaian triwulan I-2017 sebesar 5,01 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 8,69 persen. Dari sisi Pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga NonProfit yang Melayani Rumah Tangga yang tumbuh 8,09 persen. Ekonomi Indonesia triwulan I-2018 terhadap triwulan sebelumnya turun sebesar 0,42 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Sementara dari sisi pengeluaran, penurunan disebabkan antara lain oleh kontraksi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah; Pembentukan Modal Tetap Bruto; dan Ekspor. Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan I-2018 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 58,67 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,54 persen, dan Pulau Kalimantan sebesar 8,24 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,03 persen. Sementara kontribusi terendah ditorehkan oleh kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua.

Download PDF
Februari 2018: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,13 persen, Rata-rata upah buruh per bulan sebesar 2,65 juta rupiah

Februari 2018: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,13 persen, Rata-rata upah buruh per bulan sebesar 2,65 juta rupiah

2018-05-07

- Tenaga KerjaJumlah angkatan kerja pada Februari 2018 sebanyak 133,94 juta orang, naik 2,39 juta orang dibanding Februari 2017. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 69,20 persen, meningkat 0,18 persen poin.Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 140 ribu orang, sejalan dengan TPT yang turun menjadi 5,13 persen pada Februari 2018. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tertinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,92 persen.Penduduk yang bekerja sebanyak 127,07 juta orang, bertambah 2,53 juta orang dibanding Februari 2017. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,68 persen poin), Jasa Lainnya (0,40 persen poin), dan Industri Pengolahan (0,39 persen poin). Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan adalah Pertanian (1,41 persen poin), Konstruksi (0,20 persen poin), dan Jasa Pendidikan (0,16 persen poin).Sebanyak 73,98 juta orang (58,22 persen) penduduk bekerja di kegiatan informal, akan tetapi persentasenya menurun sebesar 0,13 persen poin dibanding Februari 2017.Dari 127,07 juta orang yang bekerja,sebesar 7,64 persen masuk kategori setengah menganggur dan 23,83 persen pekerja paruh waktu. Dalam setahun terakhir, setengah penganggur dan pekerja paruh waktu naik masing-masing sebesar 0,02 persen poin dan 1,31 persen poin.- Upah BuruhRata-rata upah buruh pada Februari 2018 sebesar 2,65 juta rupiah, tertinggi di Kategori Jasa Keuangan dan Asuransi, yaitu sebesar 4,13 juta rupiah, sedangkan terendah di Kategori Jasa Lainnya, yaitu sebesar 1,44 juta rupiah.Rata-rata upah buruh laki-laki per bulan (2,91 juta rupiah), lebih tinggi dibanding perempuan (2,21 juta rupiah).Terdapat 6 kategori dengan rata-rata upah buruh per bulan di bawah rata-rata upah buruh nasional.Rata-rata upah buruh yang menamatkan pendidikan universitas sebesar 4,42 juta rupiah per bulan, hampir 3 kali lipat dari rata-rata upah buruh dengan pendidikan SD ke bawah yang hanya sebesar 1,57 juta rupiah

Download PDF
Triwulan I-2018 Harga Produsen Mengalami Inflasi 1,43Persen

Triwulan I-2018 Harga Produsen Mengalami Inflasi 1,43Persen

2018-05-02

Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan I-2018 naik 1,43 persen terhadap triwulan IV-2017 (q-to-q) dan naik 3,41 persen terhadap triwulan I-2017 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian triwulan I-2018 naik 1,83 persen terhadap triwulan IV-2017 (q-to-q) dan naik 3,92 persen terhadap triwulan I-2017(y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2018 naik 3,76 persen dibandingkan triwulan IV-2017 (q-to-q) dan naik 9,35 persen terhadap triwulan I-2017 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2018 naik 0,99 persen terhadap triwulan IV-2017 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan I-2017 (y-on-y) naik 2,44 persen. IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan I-2018 naik 0,15 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2017 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2017 (y-on-y) naik 0,37 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan I-2018 naik 0,32 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2017 (q-to-q) dan naik 0,63 persen terhadap triwulan I-2017 (y-on-y). IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan I-2018 turun 1,00 persen terhadap triwulan IV-2017 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan I-2017 (y-on-y) naik 0,57 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan I-2018 naik 0,41 persen terhadap triwulan IV-2017 (q-to-q) dan naik 0,93 persen terhadap triwulan I-2017 (y-on-y).

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Manufaktur Triwulan I 2018

Pertumbuhan Produksi Manufaktur Triwulan I 2018

2018-05-02

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I-2018 naik sebesar 5,01 persen (y-on-y) terhadap triwulan I-2017. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, yaitu naik 18,87 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri komputer, barang elektronik dan optik, yaitu turun 13,36 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I-2018 naik sebesar 0,88 persen (q-to-q) terhadap triwulan IV-2017. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, yaitu naik 13,54 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri peralatan listrik, yaitu turun 7,55 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I-2018 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu naik 20,57 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Sumatera Barat, yaitu turun 16,27 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I-2018 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Aceh, yaitu naik 10,62 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Riau, yaitu turun 20,18 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Maret 2018 mencapai 1,36 juta kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Maret 2018 mencapai 1,36 juta kunjungan.

2018-05-02

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Maret 2018 naik 28,76 persen dibanding jumlah kunjungan pada Maret 2017, yaitu dari 1,06 juta kunjungan menjadi 1,36 juta kunjungan. Demikian juga, jika dibandingkan dengan Februari 2018, jumlah kunjungan wisman pada Maret 2018 mengalami kenaikan sebesar 13,62 persen. Secara kumulatif (Januari–Maret 2018), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,67 juta kunjungan atau naik 14,87 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 3,19 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Maret 2018 mencapai rata-rata 57,10 persen atau naik 2,40 poin dibandingkan dengan TPK Maret 2017 yang tercatat sebesar 54,70 persen. Demikian juga, jika dibanding TPK Februari 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada Maret 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,89 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Maret 2018 tercatat sebesar 1,95 hari, terjadi kenaikan 0,06 poin jika dibandingkan keadaan Maret 2017.

Download PDF