Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Ekspor Juni 2018 Mencapai US$13,00 Miliar, Impor Juni 2018 sebesar US$11,26 Miliar, turun 36,27 persen dibanding Mei 2018
2018-07-16
Ekspor- Nilai ekspor Indonesia Juni 2018 mencapai US$13,00 miliar atau menurun 19,80 persen dibanding ekspor Mei 2018. Sementara dibanding Juni 2017 meningkat 11,47 persen.- Ekspor nonmigas Juni 2018 mencapai US$11,28 miliar, turun 22,57 persen dibanding Mei 2018. Sementara dibanding ekspor nonmigas Juni 2017, naik 8,61 persen.- Secara kumulatf, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2018 mencapai US$88,02 miliar atau meningkat 10,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$79,38 miliar atau meningkat 9,66 persen.- Penurunan terbesar ekspor nonmigas Juni 2018 terhadap Mei 2018 terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar US$241,1 juta (36,21 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$119,0 juta (6,11 persen).- Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juni 2018 naik 5,35 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 36,16 persen, sementara ekspor hasil pertanian turun 7,68 persen.- Ekspor nonmigas Juni 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,05 miliar, disusul Jepang US$1,23 miliar dan Amerika Serikat US$1,13 miliar, dengan kontribusi ketganya mencapai 39,16 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,17 miliar.- Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juni 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$14,63 miliar (16,62 persen), diikut Jawa Timur US$9,23 miliar (10,49 persen) dan Kalimantan Timur US$9,10 miliar (10,34 persen).Impor- Nilai impor Indonesia Juni 2018 mencapai US$11,26 miliar atau turun 36,27 persen dibanding Mei 2018, namun jika dibandingkan Juni 2017 meningkat 12,66 persen.- Impor nonmigas Juni 2018 mencapai US$9,14 miliar atau turun 38,23 persen dibanding Mei 2018, namun jika dibanding Juni 2017 naik 8,95 persen.- Impor migas Juni 2018 mencapai US$2,12 miliar atau turun 26,11 persen dibanding Mei 2018, sebaliknya meningkat 32,09 persen dibanding Juni 2017.- Penurunan impor nonmigas terbesar Juni 2018 dibanding Mei 2018 adalah golongan mesin dan pesawat mekanik US$989,8 juta (39,21 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan perhiasan/permata sebesar US$91,9 juta (37,76 persen).- Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2018 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$20,57 miliar (27,43 persen), Jepang US$8,63 miliar (11,51 persen), dan Thailand US$5,32 miliar (7,10 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,66 persen, sementara dari Uni Eropa 9,20 persen.- Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Juni 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 21,64 persen, 21,54 persen, dan 31,84 persen
Download PDFPersentase penduduk miskin Maret 2018 turun menjadi 9,82 persen
2018-07-16
Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 25,95 juta orang (9,82 persen), berkurang sebesar 633,2 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang (10,12 persen). Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 7,26 persen, turun menjadi 7,02 persen pada Maret 2018. Sementara itu, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2017 sebesar 13,47 persen, turun menjadi 13,20 persen pada Maret 2018. Selama periode September 2017–Maret 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 128,2 ribu orang (dari 10,27 juta orang pada September 2017 menjadi 10,14 juta orang pada Maret 2018), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 505 ribu orang (dari 16,31 juta orang pada September 2017 menjadi 15,81 juta orang pada Maret 2018). Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2018 tercatat sebesar 73,48 persen. Angka ini naik dibandingkan kondisi September 2017, yaitu sebesar 73,35 persen. Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, dan gula pasir. Sedangkan komoditi nonmakanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia Mei 2018 mencapai 1,20 juta kunjungan.
2018-07-02
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Mei 2018 naik 4,55 persen dibanding jumlah kunjungan pada Mei 2017, yaitu dari 1,15 juta kunjungan menjadi 1,20 juta kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan April 2018, jumlah kunjungan wisman pada Mei 2018 mengalami penurunan sebesar 7,65 persen. Secara kumulatif (Januari–Mei 2018), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 6,17 juta kunjungan atau naik 11,89 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 5,51 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Mei 2018 mencapai rata-rata 53,86 persen atau turun 2,21 poin dibandingkan dengan TPK Mei 2017 yang tercatat sebesar 56,07 persen. Demikian juga, jika dibanding TPK April 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada Mei 2018 mengalami penurunan sebesar 3,57 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Mei 2018 tercatat sebesar 1,84 hari, terjadi penurunan 0,15 poin jika dibandingkan keadaan Mei 2017.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Juni 2018 sebesar 102,04 atau naik 0,05 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 2,10 Persen dan Harga Beras Medium di Penggilingan turun 0,60 persen.
2018-07-02
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.NTP nasional Juni 2018 sebesar 102,04 atau naik 0,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,36 persen, lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,30 persen. Pada Juni 2018, NTP Provinsi Maluku mengalami kenaikan tertinggi (0,78 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (1,87 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Juni 2018 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,33 persen disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), dengan kenaikan terbesar pada Kelompok Sandang.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juni 2018 sebesar 111,51 atau naik 0,12 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.GabahDari 1.288 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Juni 2018, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 73,83 persen, gabah kualitas rendah 14,29 persen, dan gabah kering giling (GKG) 11,88 persen.Selama Juni 2018, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.650,00 per kg atau naik 2,10 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.739,00 per kg atau naik 2,08 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Mei 2018. Rata-rata harga GKG di petani Rp5.361,00 per kg atau naik 1,78 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.468,00 per kg atau naik 1,76 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.281,00 per kg atau turun 0,55 persen dan di tingkat penggilingan Rp 4.367,00 per kg atau turun 0,68 persen.Dibandingkan Juni 2017, rata-rata harga pada Juni 2018 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 2,69 persen dan 8,82 persen, sedangkan GKG mengalami penurunan sebesar 3,65 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Juni 2018 untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah juga mengalami kenaikan masing-masing 2,69 persen dan 8,96 persen, sedangkan GKG turun sebesar 3,68 persen. Pada Juni 2018, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.478,00 per kg, turun sebesar 0,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.135,00 per kg, turun sebesar 0,60 persen. Sedangkan rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp8.941,00 per kg, turun sebesar 0,67 persen. Dibandingkan dengan Juni 2017, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni 2018 semua kualitas mengalami kenaikan, untuk kualitas premium sebesar 0,36 persen, kualitas medium sebesar 3,88 persen, dan kualitas rendah sebesar 6,69 persen.
Download PDFMei 2018 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,18 persen
2018-07-02
Pada Juni 2018, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,18 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Impor Nonmigas sebesar 0,40 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2018 antara lain tomat, batu bara, daging ayam, ikan beku, rokok kretek, plastik dan barang dari plastik impor, dan kertas/karton ekspor. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juni 2018 naik sebesar 0,13 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas aspal, perlengkapan listrik, bak dan tangki, besi lainnya, serta pipa dan assesoriesnya.IHPB Umum naik 0,70 persen pada Mei 2018 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,47 persen. IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Mei 2018 masing-masing naik sebesar 0,78 persen dan 2,29 persen terhadap bulan sebelumnya.
Download PDFJuni 2018 inflasi sebesar 0,59 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 2,71 persen.
2018-07-02
Pada Juni 2018 terjadi inflasi sebesar 0,59 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 133,77. Dari 82 kota IHK, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 2,71 persen dengan IHK sebesar 146,13 dan terendah terjadi di Medan dan Pekanbaru masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 136,47 dan 134,60.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,88 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang sebesar 0,36 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,07 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,50 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juni) 2018 sebesar 1,90 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2018 terhadap Juni 2017) sebesar 3,12 persen.Komponen inti pada Juni 2018 mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juni) 2018 mengalami inflasi sebesar 1,37 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juni 2018 terhadap Juni 2017) sebesar 2,72 persen.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Mei naik sebesar 0,36 persen
2018-06-25
• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada Mei 2018 naik sebesar 0,36 Persen dibanding upah buruh tani April 2018, yaitu dari Rp 51.864,00 menjadi Rp 52.052,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen. • Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Mei 2018 naik 0,12 persen dibanding upah April 2018, yaitu dari Rp 85.983,00 menjadi Rp 86.104,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,07 persen.
Download PDFEkspor Mei 2018 Mencapai US$ 16,12 Miliar, Sedangkan Impor Mei 2018 sebesar US$ 17,64 Miliar, naik 9,17 persen dibanding April 2018
2018-06-25
- EksporNilai ekspor Indonesia Mei 2018 mencapai US$16,12 miliar atau meningkat 10,90 persen dibanding ekspor April 2018. Demikian juga dibanding Mei 2017 meningkat 12,47 persen.Ekspor nonmigas Mei 2018 mencapai US$14,55 miliar, naik 9,25 persen dibanding April 2018. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Mei 2017, naik 11,58 persen.Secara kumulatf, nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2018 mencapai US$74,93 miliar atau meningkat 9,65 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$68,09 miliar atau meningkat 9,81 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Mei 2018 terhadap April 2018 terjadi pada tmah sebesar US$177,5 juta (200,74 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$88,0 juta (16,83 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Mei 2018 naik 6,16 persen dibanding periode yang samatahun 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 32,27 persen, sementara ekspor hasil pertanian turun 4,34 persen.Ekspor nonmigas Mei 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,09 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,57 miliar dan Jepang US$1,40 miliar, dengan kontribusi ketganya mencapai 34,82 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,74 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$12,84 miliar (17,14 persen), diikut Jawa Timur US$8,02 miliar (10,70 persen) dan Kalimantan Timur US$7,45 miliar (9,94 persen- ImporNilai impor Indonesia Mei 2018 mencapai US$17,64 miliar atau naik 9,17 persen dibanding April 2018, demikian pula jika dibandingkan Mei 2017 meningkat 28,12 persen.Impor nonmigas Mei 2018 mencapai US$14,83 miliar atau naik 7,19 persen dibanding April 2018, demikian pula jika dibanding Mei 2017 meningkat 23,77 persen.Impor migas Mei 2018 mencapai US$2,82 miliar atau naik 20,95 persen dibanding April 2018 dan naik 57,17 persen dibanding Mei 2017.Peningkatan impor nonmigas terbesar Mei 2018 dibanding April 2018 adalah golongan mesin dan pesawat mekanik US$334,3 juta (15,19 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal terbang dan bagiannya sebesar US$196,5 juta (82,46 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Mei 2018 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$18,36 miliar (27,87 persen), Jepang US$7,59 miliar (11,53 persen), dan Thailand US$4,56 miliar (6,93 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,41 persen, sementara dari Uni Eropa9,25 persen.Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Mei 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 27,75 persen, 22,59 persen, dan 33,73 persen.
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia April 2018 mencapai 1,30 juta kunjungan.
2018-06-04
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia April 2018 naik 11,04 persen dibanding jumlah kunjungan pada April 2017, yaitu dari 1,17 juta kunjungan menjadi 1,30 juta kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2018,jumlah kunjungan wisman pada April 2018 mengalami penurunan sebesar 4,59 persen. Secara kumulatif (Januari–April 2018), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 4,97 juta kunjungan atau naik 13,83 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 4,36 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada April 2018 mencapai rata-rata 57,43 persen atau naik 2,29 poin dibandingkan dengan TPK April 2017 yang tercatat sebesar 55,14 persen. Demikian juga, jika dibanding TPK Maret 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada Maret 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,33 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama April 2018 tercatat sebesar 1,81 hari, terjadi penurunan 0,03 poin jika dibandingkan keadaan April 2017.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Mei 2018 sebesar 101,99 atau naik 0,37 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 0,04 persen dan Harga Beras Medium di Penggilingan turun 0,33 persen.
2018-06-04
- NTPNilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.NTP nasional Mei 2018 sebesar 101,99 atau naik 0,37 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,61 persen, lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,24 persen.Pada Mei 2018, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi (2,23 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (1,92 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Mei 2018 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,19 persen disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), dengan kenaikan terbesar pada Kelompok Sandang.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Mei 2018 sebesar 111,38 atau naik 0,32 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.- GabahHarga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 0,04 persen dan Harga Beras Medium di Penggilingan turun 0,33 persen.Dari 1.659 transaksi penjualan gabah di 30 provinsi selama Mei 2018, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 75,10 persen, gabah kualitas rendah 14,59 persen, dan gabah kering giling (GKG) 10,31 persen.Selama Mei 2018, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.554,00 per kg atau turun 0,04 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.642,00 per kg atau turun 0,03 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada April 2018. Rata-rata harga GKG di petani Rp5.267,00 per kg atau naik 0,47 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.373,00 per kg atau naik 0,12 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.305,00 per kg atau turun 0,09 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.397,00 per kg atau turun 0,02 persen.Dibandingkan Mei 2017, rata-rata harga pada Mei 2018 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 1,54 persen dan 10,47 persen, sedangkan GKG mengalami penurunan sebesar 4,77 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Mei 2018 untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah juga mengalami kenaikan masing-masing 1,58 persen dan 10,87 persen, sedangkan GKG turun sebesar 4,43 persen.Pada Mei 2018, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.524,00 per kg, turun sebesar 0,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.190,00 per kg, turun sebesar 0,33 persen. Sementara rata-rata harga beraskualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.002,00 per kg, naik sebesar 0,11 persen.Dibandingkan dengan Mei 2017, rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2018 semua kualitas mengalami kenaikan, untuk kualitas premium sebesar 0,93 persen, kualitas medium sebesar 4,55 persen, dan kualitas rendah sebesar 7,50 persen
Download PDF