Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Triwulan I - 2017 Harga Produsen Mengalami Inflasi 1,13 Persen

Triwulan I - 2017 Harga Produsen Mengalami Inflasi 1,13 Persen

2017-05-02

Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan I-2017 naik 1,13 persen terhadap triwulan IV-2016 (q-to-q) dan naik 4,05 persen terhadap triwulan I-2016 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian triwulan I-2017 naik 1,33 persen terhadap triwulan IV-2016 (q-to-q) dan naik 1,46 persen terhadap triwulan I-2016 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2017 naik 1,48 persen dibandingkan triwulan IV-2016 (q-to-q) dan naik 24,02 persen terhadap triwulan I-2016 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2017 naik 1,03 persen terhadap triwulan IV-2016 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan I-2016 (y-on-y) naik 2,48 persen.IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan I-2017 naik 0,11 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2016 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan I-2016 (y-on-y) naik 2,07 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan I-2017 naik 0,50 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2016 (q-to-q) dan naik 0,51 persen terhadap triwulan I-2016 (y-on-y)IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan I-2017 turun 3,66 persen terhadap triwulan IV-2016 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan I-2016 (y-on-y) turun 0,56 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi, Makanan dan Minuman triwulan I-2017 naik 0,56 persen terhadap triwulan IV-2016 (q-to-q) dan naik 1,20 persen terhadap triwulan I-2016 (y-on-y).

Download PDF
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia Maret 2017 mencapai 1,02 juta kunjungan, naik 11,64% dibanding kunjungan Maret 2016

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia Maret 2017 mencapai 1,02 juta kunjungan, naik 11,64% dibanding kunjungan Maret 2016

2017-05-02

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Maret 2017 naik 11,64 persen dibanding jumlah kunjungan wisman Maret 2016, yaitu dari 915,02 ribu kunjungan menjadi 1,02 juta kunjungan. Begitu pula jika dibandingkan dengan Februari 2017, mengalami kenaikan sebesar 6,68 persen.Secara kumulatif (Januari–Maret) 2017, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,01 juta kunjungan atau naik 15,07 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 2,62 juta kunjunganTingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Indonesia pada Maret 2017 mencapai rata-rata 54,70 persen atau naik 1,82 poin dibandingkan dengan TPK Maret 2016 yang tercatat sebesar 52,88 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Februari 2017, TPK hotel berbintang pada Maret 2017 naik 2,13 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Indonesia selama Maret 2017 tercatat sebesar 1,89 hari, terjadi kenaikan 0,08 poin jika dibandingkan keadaan Maret 2016.

Download PDF
April 2017 harga grosir turun 0,88%

April 2017 harga grosir turun 0,88%

2017-05-02

Pada April 2017 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen turun sebesar 0,88 persen terhadap bulan sebelumnya. Penurunan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 3,70 persen.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada April 2017 naik sebesar 0,20 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas pipa dan assesoriesnya sebesar 1,04 persen, tanah urug 0,94 persen, aspal 0,49 persen, bahan bangunan dari aluminium 0,43 persen, dan besi beton 0,41 persen.IHPB Bahan Baku dan Barang Konsumsi pada Maret 2017 masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,10 persen dan 0,57 persen terhadap bulan sebelumnya, sementara itu Barang Modal mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen.

Download PDF
April 2017 terjadi inflasi 0,09 persen

April 2017 terjadi inflasi 0,09 persen

2017-05-02

Pada April 2017 terjadi inflasi sebesar 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,33. Dari 82 kota IHK, 53 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 1,02 persen dengan IHK sebesar 136,08 dan terendah terjadi di Cilacap sebesar 0,01 persen dengan IHK 130,60. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 1,08 persen dengan IHK sebesar 136,83 dan terendah terjadi di Jakarta dan Manado masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 127,97 dan 128,77. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,12 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,93 persen; kelompok sandang sebesar 0,49 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,13 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2017 sebesar 1,28 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2017 terhadap April 2016) sebesar 4,17 persen. Komponen inti pada April 2017 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–April) 2017 mengalami inflasi sebesar 1,17 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (April 2017 terhadap April 2016) sebesar 3,28 persen.

Download PDF
Hasil Pendaftaran (Listing) Usaha/Perusahaan Sensus Ekonomi 2016

Hasil Pendaftaran (Listing) Usaha/Perusahaan Sensus Ekonomi 2016

2017-04-27

Hasil pendaftaran Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) menunjukkan ada 26,71 juta usaha/perusahaan non pertanian yang dikelompokkan dalam 15 kategori lapangan usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015. Jumlah itu meningkat 17,51 persen dibandingkan dengan hasil Sensus Ekonomi 2006 (SE06) yang berjumlah 22,73 juta usaha/perusahaan. Bila dibedakan menurut skala usaha, 26,26 juta usaha/perusahaan (98,33 persen) berskala Usaha Mikro Kecil (UMK) dan 0,45 juta usaha/perusahaan (1,67 persen) berskala Usaha Menengah Besar (UMB).Jumlah usaha/perusahaan menurut lapangan usaha, didominasi oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran sebanyak 12,33 juta usaha/perusahaan atau 46,17 persen dari seluruh usaha/perusahaan yang ada di Indonesia.Jumlah tenaga kerja menurut lapangan usaha, sejalan dengan jumlah usaha/perusahaan yaitu didominasi oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran sebanyak 22,37 juta tenaga kerja atau 31,81 persen dari tenaga kerja yang ada di Indonesia.Sebaran jumlah usaha/perusahaan antar kawasan dan antar pulau secara umum menunjukkan bahwa sebanyak 16,2 juta usaha/perusahaan berada di Pulau Jawa atau 60,74 persen terhadap jumlah usaha/perusahaan di Indonesia.

Download PDF
Maret 2017 Rupiah Terapresiasi 0,22 Persen Terhadap Dolar Amerika

Maret 2017 Rupiah Terapresiasi 0,22 Persen Terhadap Dolar Amerika

2017-04-17

Rupiah terapresiasi 0,22 persen terhadap dolar Amerika pada Maret 2017. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika terjadi pada minggu kelima Maret 2017 yang mencapai Rp13.307,84 per dolar Amerika. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Papua yang mencapai Rp13.206,38 per dolar Amerika pada minggu kelima Maret 2017.Rupiah terapresiasi 0,31 persen terhadap dolar Australia pada Maret 2017. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu ketiga Maret 2017 yang mencapai Rp10.089,17 per dolar Australia. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Papua yang mencapai Rp9.882,50 per dolar Australia pada minggu ketiga Maret 2017.Rupiah terdepresiasi 1,46 persen terhadap yen Jepang pada Maret 2017. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang terjadi pada minggu kelima Maret 2017 yang mencapai Rp118,85 per yen Jepang. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sumatera Utara yang mencapai Rp120,87 per yen Jepang pada minggu kelima Maret 2017.Rupiah terdepresiasi 2,00 persen terhadap euro pada Maret 2017. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap euro terjadi pada minggu kelima Maret 2017 yang mencapai Rp14.367,07 per euro. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Banten yang mencapai Rp14.587,33 per euro pada minggu kelima Maret 2017.

Download PDF
Upah nominal harian buruh tani nasional Maret 2017 naik sebesar 0,42%

Upah nominal harian buruh tani nasional Maret 2017 naik sebesar 0,42%

2017-04-17

Upah nominal harian buruh tani nasional pada Maret 2017 naik sebesar 0,42 persen dibanding upah buruh tani Februari 2017, yaitu dari Rp49.268,00 menjadi Rp49.473,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,52 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Maret 2017 naik 0,08 persen dibanding upah Februari 2017, yaitu dari Rp83.657,00 menjadi Rp83.724,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,10 persen.

Download PDF
Ekspor Maret 2017 Mencapai US$14,59 Miliar

Ekspor Maret 2017 Mencapai US$14,59 Miliar

2017-04-17

Nilai ekspor Indonesia Maret 2017 mencapai US$14,59 miliar atau meningkat 15,68 persen dibanding ekspor Februari 2017. Demikian juga dibanding Maret 2016 meningkat 23,55 persen. Ekspor nonmigas Maret 2017 mencapai US$13,11 miliar, naik 14,86 persen dibanding Februari 2017, demikian juga dibanding ekspor Maret 2016 naik 24,03 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2017 mencapai US$40,61 miliar atau meningkat 20,84 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$36,66 miliar atau meningkat 21,61 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2017 terhadap Februari 2017 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$459,4 juta (32,84 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada berbagai produk kimia sebesar US$31,8 juta (9,05 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Maret 2017 naik 19,93 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 22,84 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 32,26 persen. Ekspor nonmigas Maret 2017 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1,78 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,51 miliar dan Jepang US$1,26 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,72 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,46 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Maret 2017 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$7,00 miliar (17,23 persen), diikuti Jawa Timur US$4,43 miliar (10,90 persen) dan Riau US$4,40 miliar (10,83 persen). Nilai impor Indonesia Maret 2017 mencapai US$13,36 miliar atau naik 17,65 persen dibanding Februari 2017, namun jika dibandingkan Maret 2016 meningkat 18,19 persen. Impor nonmigas Maret 2017 mencapai US$11,10 miliar atau naik 24,94 persen dibanding Februari 2017, begitu pula jika dibanding Maret 2016 meningkat 13,81 persen. Impor migas Maret 2017 mencapai US$2,26 miliar atau turun 8,54 persen dibanding Februari 2017, sedangkan jika dibanding Maret 2016 naik 45,70 persen. Peningkatan impor nonmigas terbesar Maret dibanding Februari 2017 adalah golongan mesin dan peralatan listrik US$399,4 juta (36,84 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan benda-benda dari besi dan baja US$85,8 miliar (40,06 persen). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2017 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$7,75 miliar (25,75 persen), Jepang US$3,42 miliar (11,34 persen), dan Thailand US$2,15 miliar (7,15 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 20,87 persen, sementara dari Uni Eropa 9,45 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Maret 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 4,75 persen, 18,05 persen, dan 6,52 persen.

Download PDF
Pada tahun 2016, IPM Indonesia telah mencapai 70,18, memasuki kategori "tinggi"

Pada tahun 2016, IPM Indonesia telah mencapai 70,18, memasuki kategori "tinggi"

2017-04-17

Pembangunan manusia di Indonesia terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. Pada tahun 2016, IPM Indonesia telah mencapai 70,18. Angka ini meningkat sebesar 0,63 poin dibandingkan dengan IPM Indonesia pada tahun 2015 yang sebesar 69,55.Pada tahun 2016, status pembangunan manusia di Indonesia meningkat dari “sedang” menjadi “tinggi”. IPM Indonesia pada tahun 2016 tumbuh sebesar 0,91 persen dibandingkan tahun 2015.Selama periode 2015 hingga 2016, komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 70,90 tahun, meningkat 0,12 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,72 tahun, meningkat 0,17 tahun dibandingkan pada 2015. Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,95 tahun, meningkat 0,11 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran per kapita (harga konstan 2012) masyarakat telah mencapai Rp 10,42 juta rupiah pada tahun 2016, meningkat Rp 270 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2017 Sebesar 99,95 Atau Turun 0,38 Persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2017 Sebesar 99,95 Atau Turun 0,38 Persen

2017-04-03

NTP nasional Maret 2017 sebesar 99,95 atau turun 0,38 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,39 persen lebih besar dari penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,01 persen.Pada Maret 2017, NTP Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan terbesar (1,37 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Papua Barat mengalami kenaikan tertinggi (0,58 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Maret 2017 terjadi deflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,10 persen disebabkan oleh turunnya dua dari tujuh kelompok penyusun indeks konsumsi rumah tangga. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2017 sebesar 108,93 atau turun 0,63 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Download PDF