Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Nilai Tukar Petani (NTP) November 2017 sebesar 103,07 atau naik 0,28 persen
2017-12-04
- Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).- NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.- NTP nasional November 2017 sebesar 103,07 atau naik 0,28 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,57 persen lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,29 persen.- Pada November 2017, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (1,95 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (1,73 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.- Pada November 2017, terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,36 persen disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), terutama Kelompok Bahan Makanan.- Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional November 2017 sebesar 111,72 atau naik 0,42 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia Oktober 2017 mencapai 1,16 juta kunjungan
2017-12-04
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Oktober 2017 naik 11,33 persen dibanding jumlah kunjungan pada Oktober 2016, yaitu dari 1,04 juta kunjungan menjadi 1,16 juta kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan September 2017, jumlah kunjungan wisman pada Oktober 2017 mengalami penurunan sebesar 4,54 persen. Secara kumulatif (Januari - Oktober) 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 11,62 juta kunjungan atau naik 23,55 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 9,40 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Oktober 2017 mencapai rata-rata 56,93 persen atau naik 0,80 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2016 yang tercatat sebesar 56,13 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK September 2017, TPK hotel klasifikasi bintang pada Oktober 2017 mengalami penurunan sebesar 1,49 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2017 tercatat sebesar 1,92 hari, terjadi kenaikan 0,11 poin jika dibandingkan keadaan Oktober 2016.
Download PDFNovember 2017, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,39%
2017-12-04
Pada November 2017, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,39 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 1,06 persenBeberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2017 antara lain kelapa sawit, cabe merah, bawang merah, batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), beras, mainan impor, dan bahan bakar mineral nonmigas ekspor. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada November 2017 naik sebesar 0,28 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas genteng dan atap lainnya, paku, mur, baut, kawat dan sejenisnya, kaca lembaran, dan batu bata.IHPB Umum naik 0,66 persen pada Oktober 2017 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,35 persen.IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Oktober 2017 masing-masing naik sebesar 1,18 persen dan 1,81 persen terhadap bulan sebelumnya.
Download PDFNovember 2017 terjadi inflasi 0,20 persen
2017-12-04
Pada November 2017 terjadi inflasi sebesar 0,20 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,35. Dari 82 kota IHK, 68 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 1,80 persen dengan IHK sebesar 138,11 dan terendah terjadi di Bekasi dan Palopo masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 126,24 dan 127,49. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,74 persen dengan IHK sebesar 150,99 dan terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 124,20. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang sebesar 0,12 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,10 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,09 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2017 sebesar 2,87 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2017 terhadap November 2016) sebesar 3,30 persen. Komponen inti pada November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–November) 2017 mengalami inflasi sebesar 2,82 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (November 2017 terhadap November 2016) sebesar 3,05 persen.
Download PDFPerkembangan Nilai Tukar Eceran Rupiah Oktober 2017
2017-11-15
Rupiah terdepresiasi 1,27 persen terhadap dolar Amerika pada Oktober 2017 dengan nilai tukar sebesar Rp13.523,07 per dolar Amerika. Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Jawa Tengah yang mencapai Rp13.609,38 per dolar Amerika pada minggu ketiga Oktober 2017.
Download PDFUpah nominal harian buruh tani nasional October 2017 naik sebesar 0,25%
2017-11-15
Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Oktober 2017 naik sebesar 0,25 persen dibanding upah buruh tani September 2017, yaitu dari Rp50.213,00 menjadi Rp50.339,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,40 persen .Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Oktober 2017 naik 0,05 persen dibanding upah September 2017, yaitu dari Rp84.378,00 menjadi Rp84.421,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen.
Download PDFNilai ekspor Indonesia Oktober 2017 mencapai US$15,09 miliar dan Nilai impor Indonesia Oktober 2017 mencapai US$14,19 miliar
2017-11-15
EKSPORNilai ekspor Indonesia Oktober 2017 mencapai US$15,09 miliar atau meningkat 3,62 persen dibanding ekspor September 2017. Sementara dibanding Oktober 2016 meningkat 18,39 persen.Ekspor nonmigas Oktober 2017 mencapai US$13,67 miliar, naik 4,22 persen dibanding September 2017, sementara dibanding ekspor nonmigas Oktober 2016 naik 17,00 persen.Secara kumula f, nilai ekspor Indonesia Januari–Oktober 2017 mencapai US$138,46 miliar atau meningkat 17,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$125,58 miliar atau meningkat 17,26 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2017 terhadap September 2017 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$120,1 juta (34,56 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$131,3 juta (22,74 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Oktober 2017 naik 14,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 14,55 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 36,42 persen.Ekspor nonmigas Oktober 2017 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu US$2,34 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,39 miliar dan Jepang US$1,29 miliar, dengan kontribusi ke ganya mencapai 36,74 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,43 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Oktober 2017 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$24,15 miliar (17,44 persen), diiku Jawa Timur US$15,32 miliar (11,07 persen) dan Kalimantan Timur US$14,49 miliar (10,46 persen).IMPORNilai impor Indonesia Oktober 2017 mencapai US$14,19 miliar atau naik 11,04 persen dibanding September 2017, demikian pula jika dibandingkan Oktober 2016 meningkat 23,33 persenImpor nonmigas Oktober 2017 mencapai US$11,99 miliar atau naik 10,52 persen dibanding September 2017, demikian pula jika dibanding Oktober 2016 meningkat 20,33 persen.Impor migas Oktober 2017 mencapai US$2,20 miliar atau naik 13,96 persen dibanding September 2017 dan juga meningkat 42,67 persen dibanding Oktober 2016.Peningkatan impor nonmigas terbesar Oktober 2017 dibanding September 2017 adalah golongan besi dan baja US$182,9 juta (28,68 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan bahan bakar mineral sebesar US$57,0 juta (52,10 persen). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Oktober 2017 ditempa oleh Tiongkok dengan nilai US$27,98 miliar (26,12 persen), Jepang US$12,37 miliar (11,55 persen), dan Thailand US$7,64 miliar (7,13 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,50 persen, sementara dari Uni Eropa 9,34 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Oktober 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 13,48 persen, 16,32 persen, dan 9,54 persen.
Download PDFAgustus 2017: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,50 persen
2017-11-06
Sebanyak 128,06 juta penduduk Indonesia adalah angkatan kerja, jumlahnya bertambah 2,62 juta orang dari Agustus 2016. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat 0,33 poin.Dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 10 ribu orang, sementara TPT turun sebesar 0,11 poin. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,41 persen.Penduduk yang bekerja sebanyak 121,02 juta orang, bertambah 2,61 juta orang dari Agustus 2016. Sektor-sektor yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada Sektor Industri (0,93 poin), Sektor Perdagangan(0,74poin),danSektorJasaKemasyarakatan(0,49 poin). Sementara sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian (2,21 poin), Sektor Pertambangan (0,10 poin), dan Sektor Konstruksi (0,01 poin).Sebanyak 69,02 juta orang (57,03 persen) penduduk bekerja di kegiatan informal, akan tetapi persentasenya menurun sebesar 0,57 poin dibanding Agustus 2016.Dari 121,02 juta orang yang bekerja, sebesar 7,55 persen masuk kategori setengah menganggur dan 20,40 persen pekerja paruh waktu. Dalam setahun terakhir, setengah penganggur turun sebesar 0,03 poin, sementara pekerja paruh waktu naik sebesar 0,76 poin
Download PDFIndeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan III-2017 serta Perkiraan Triwulan IV-2017
2017-11-06
- Kondisi bisnis di Indonesia pada triwulan III 2017 meningkat dibandingkan triwulan II-2017- Optimisme pelaku bisnis pada triwulan III-2017 masih cukup terjaga dengan posisi Indeks Tendensi Bisnis (ITB) masih berada di atas seratus sebesar 112,39.- Kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III 2017 meningkat dibandingkan triwulan II-2017
Download PDFEkonomi Indonesia Triwulan III-2017 Tumbuh 5,06 Persen
2017-11-06
Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan III- 2017 mencapai Rp3.502,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.551,5 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan III-2017 terhadap triwulan III-2016 (y-on-y) tumbuh 5,06 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 9,45 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 17,27 persen. Ekonomi Indonesia triwulan III-2017 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh 3,18 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 5,32 persen, sedangkan dari sisi Pengeluaran pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 9,07 persen. Ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2017 (c-to-c) tumbuh 5,03 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 9,80 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran terutama didorong oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh 9,79 persen. Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan III- 2017 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan Pulau Kalimantan. Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto, yakni sebesar 58,51 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,54 persen, dan Pulau Kalimantan 8,10 persen.
Download PDF