Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Produksi Padi Tahun 2021 Naik 1,14 persen (Angka Sementara)
2021-10-15
Luas panen padi pada 2021 diperkirakan sebesar 10,52 juta hektar, mengalami penurunan sebanyak 141,95 ribu hektar atau 1,33 persen dibandingkan luas panen padi di 2020 yang sebesar 10,66 juta hektar.Produksi padi pada 2021 diperkirakan sebesar 55,27 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 620,42 ribu ton atau 1,14 persen dibandingkan produksi padi di 2020 yang sebesar 54,65 juta ton GKG.Produksi beras pada 2021 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sebesar 31,69 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 351,71 ribu ton atau 1,12 persen dibandingkan produksi beras di 2020 yang sebesar 31,33 juta ton.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional September 2021 Naik Sebesar 0,11 Persen
2021-10-15
• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada September 2021 naik sebesar 0,11 persen dibanding upah buruh tani Agustus 2021, yaitu dari Rp56.902,00 menjadi Rp56.962,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,25 persen.• Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada September 2021 naik 0,01 persen dibanding Agustus 2021, yaitu dari Rp91.217,00 menjadi Rp91.226,00 per hari. Sementara upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen.
Download PDFEkspor September 2021 Mencapai US$20,60 Miliar dan Impor September 2021 Senilai US$16,23 Miliar.
2021-10-15
EKSPORNilai ekspor Indonesia September 2021 mencapai US$20,60 miliar atau turun 3,84 persen dibanding ekspor Agustus 2021. Dibanding September 2020 nilai ekspor naik sebesar 47,64 persen.Ekspor nonmigas September 2021 mencapai US$19,67 miliar, turun 3,38 persen dibanding Agustus 2021, namun naik 48,03 persen dibanding ekspor nonmigas September 2020.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–September 2021 mencapai US$164,29 miliar atau naik 40,38 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$155,46 miliar atau naik 39,84 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas September 2021 terhadap Agustus 2021 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$1.233,9 juta (30,45 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$286,2 juta (16,24 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–September 2021 naik 35,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 6,37 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 76,29 persen.Ekspor nonmigas September 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,54 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,34 miliar dan Jepang US$1,54 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,83 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,53 miliar dan US$1,58 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$24,67 miliar (15,02 persen), diikuti Jawa Timur US$16,93 miliar (10,31 persen) dan Kalimantan Timur US$16,11 miliar (9,80 persen).IMPORNilai impor Indonesia September 2021 mencapai US$16,23 miliar, turun 2,67 persen dibandingkan Agustus 2021 atau naik 40,31 persen dibandingkan September 2020.Impor migas September 2021 senilai US$1,86 miliar, turun 8,90 persen dibandingkan Agustus 2021 atau naik 59,15 persen dibandingkan September 2020.Impor nonmigas September 2021 senilai US$14,37 miliar, turun 1,80 persen dibandingkan Agustus 2021 atau naik 38,18 persen dibandingkan September 2020.Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar September 2021 dibandingkan Agustus 2021 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya US$122,8 juta (6,56 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah bahan bakar mineral US$276,7 juta (219,54 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–September 2021 adalah Tiongkok US$39,12 miliar (32,07 persen), Jepang US$10,42 miliar (8,54 persen), dan Thailand US$6,55 miliar (5,37 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$21,33 miliar (17,49 persen) dan Uni Eropa US$7,78 miliar (6,38 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–September 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$3.498,3 juta (32,99 persen), bahan baku/penolong US$28.926,8 juta (37,97 persen), dan barang modal US$3.110,7 juta (18,42 persen).Neraca perdagangan Indonesia September 2021 mengalami surplus US$4,37 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$5,30 miliar. Sedangkan di sektor migas terjadi defisit US$0,93 miliar.
Download PDFPola Distribusi Perdagangan Komoditas Strategis Tahun 2020
2021-10-15
• Pola utama distribusi perdagangan komoditas strategis nasional tahun 2020 adalah:Beras : Produsen → Distributor → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir.Telur Ayam Ras : Produsen → Pedagang Grosir → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir.Minyak Goreng : Produsen → Distributor → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir.Gula Pasir : Produsen → Distributor → Pedagang Grosir → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir.• Margin Perdagangan dan Pengangkutan Total (MPPT) nasional tahun 2020 untuk komoditas beras sebesar 21,47 persen; telur ayam ras 20,19 persen; minyak goreng 17,41 persen; dan gula pasir 25,86 persen.• Pola utama dengan MPPT terendah untuk distribusi perdagangan beras terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah, telur ayam ras di Bengkulu, minyak goreng di Sumatera Barat, dan gula pasir di D.I. Yogyakarta.• Pola utama dengan MPPT tertinggi untuk distribusi perdagangan beras terjadi di Provinsi Kepulauan Riau, telur ayam ras di Maluku, minyak goreng di Papua, dan gula pasir di Kalimantan Barat.
Download PDFPerkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Agustus 2021
2021-10-01
A. Perkembangan PariwisataJumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada bulan Agustus 2021 turun sebesar 21,19 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan bulan Agustus 2020. Begitu pula jika dibandingkan dengan bulan Juli 2021, jumlah kunjungan wisman bulan Agustus 2021 mengalami penurunan sebesar 6,00 persen.Secara kumulatif (Januari–Agustus 2021), jumlah kunjungan wisman mencapai 1,06 juta kunjungan, turun sebesar 69,17 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 3,44 juta kunjungan.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia bulan Agustus 2021 mencapai 25,07 persen, turun sebesar 7,86 poin dibandingkan dengan TPK bulan Agustus 2020 yang tercatat sebesar 32,93 persen. Sebaliknya, TPK bulan Agustus 2021 mengalami peningkatan sebesar 2,69 poin jika dibandingkan dengan bulan Juli 2021.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama bulan Agustus 2021 tercatat sebesar 1,60 hari, turun sebesar 0,04 poin jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap pada bulan Agustus 2020.B. Perkembangan Transportasi Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Agustus 2021 sebanyak 1,1 juta orang atau naik 7,26 persen dibanding Juli 2021. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 3,00 persen menjadi 44,6 ribu orang. Selama Januari–Agustus 2021, jumlah penumpang domestik sebanyak 17,7 juta orang atau turun 18,26 persen, dan jumlah penumpang internasional sebanyak 356,6 ribu orang atau turun 89,75 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Agustus 2021 tercatat 1,0 juta orang atau turun 4,29 persen dibanding Juli 2021. Jumlah barang yang diangkut turun 1,22 persen menjadi 25,9 juta ton. Selama Januari–Agustus 2021 jumlah penumpang mencapai 9,9 juta orang atau naik 3,96 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2020, sedangkan jumlah barang yang diangkut naik 7,06 persen atau mencapai 207,9 juta ton.Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Agustus 2021 sebanyak 6,5 juta orang, naik 13,36 persen dibanding Juli 2021. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 3,67 persen menjadi 4,7 juta ton. Selama Januari–Agustus 2021, jumlah penumpang mencapai 94,2 juta orang atau turun 30,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Hal berbeda untuk jumlah barang yang diangkut kereta api, naik 8,05 persen menjadi 34,3 juta ton.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) September 2021 sebesar 105,68 atau naik 0,96 persen
2021-10-01
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional September 2021 sebesar 105,68 atau naik 0,96 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,91 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,05 persen.Secara nasional, NTP Januari–September 2021 sebesar 103,71 dengan nilai It sebesar 111,73 sedangkan Ib sebesar 107,73.Pada September 2021, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (3,35 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Maluku Utara mengalami penurunan terbesar (0,56 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada September 2021 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,14 persen yang disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional September 2021 sebesar 105,58 atau naik 0,74 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.734 transaksi penjualan gabah di 29 provinsi selama September 2021, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 64,59 persen; gabah kering giling (GKG) 20,13 persen; dan gabah luar kualitas 15,28 persen.Selama September 2021, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.548,00 per kg atau naik 2,25 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.649,00 per kg atau naik 2,28 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.048,00 per kg atau naik 0,19 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.164,00 per kg atau naik 0,32 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.356,00 per kg atau naik 2,69 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.483,00 per kg atau naik 3,27 persen.Dibandingkan September 2020, rata-rata harga gabah pada September 2021 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 7,01 persen; 6,35 persen; dan 5,14 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada September 2021 dibandingkan dengan September 2020 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 6,94 persen; 6,44 persen; dan 4,14 persen.Selama September 2021, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.155 observasi beras di penggilingan pada 886 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Pada September 2021, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.456,00 per kg, turun sebesar 0,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp8.962,00 per kg atau naik sebesar 0,52 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.589,00 per kg atau turun sebesar 1,15 persen.Dibandingkan dengan September 2020, rata-rata harga beras di penggilingan pada September 2021 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing- masing turun sebesar 4,21 persen; 4,70 persen; dan 4,85 persen.
Download PDFPada September 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional turun 0,01 persen
2021-10-01
Pada September 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional turun sebesar 0,01 persen terhadap Agustus 2021. Penurunan IHPB terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,93 persen.Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada September 2021 antara lain cabai rawit, telur ayam ras, bawang merah, dan ikan teri asin/kering.Perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 1,65 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,89 persen.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada September 2021 naik sebesar 0,29 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas besi beton, besi konstruksi bangunan, rangka atap baja, pipa pvc, dan aspal.
Download PDFDeflasi terjadi pada September 2021 sebesar 0,04 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 0,90 persen.
2021-10-01
Pada September 2021 terjadi deflasi sebesar 0,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,53. Dari 90 kota IHK, 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 0,90 persen dengan IHK sebesar 105,94 dan terendah terjadi di Palu sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 108,33. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 0,60 persen dengan IHK sebesar 104,98 dan terendah terjadi di Surakarta sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 105,96.Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,47 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,27 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,20 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen; kelompok transportasi sebesar 0,07 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,11 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,10 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,25 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2021 sebesar 0,80 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2021 terhadap September 2020) sebesar 1,60 persen.Komponen inti pada September 2021 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–September) 2021 sebesar 1,16 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (September 2021 terhadap September 2020) sebesar 1,30 persen.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Agustus 2021 Naik Sebesar 0,13 Persen
2021-09-15
• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada Agustus 2021 naik sebesar 0,13 persen dibanding upah buruh tani Juli 2021, yaitu dari Rp56.829,00 menjadi Rp56.902,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen.• Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Agustus 2021 naik 0,05 persen dibanding Juli 2021, yaitu dari Rp91.171,00 menjadi Rp91.217,00 per hari. Sementara upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen.
Download PDFEkspor Agustus 2021 Mencapai US$21,42 Miliar dan Impor Agustus 2021 Senilai US$16,68 Miliar
2021-09-15
EKSPORNilai ekspor Indonesia Agustus 2021 mencapai US$21,42 miliar atau naik 20,95 persen dibanding ekspor Juli 2021. Dibanding Agustus 2020 nilai ekspor naik 64,10 persen.Ekspor nonmigas Agustus 2021 mencapai US$20,36 miliar, naik 21,75 persen dibanding Juli 2021, dan naik 63,43 persen dibanding ekspor nonmigas Agustus 2020.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2021 mencapai US$142,01 miliar atau naik 37,77 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$134,13 miliar atau naik 37,03 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2021 terhadap Juli 2021 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$1.544,8 juta (61,60 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada pupuk sebesar US$52,8 juta (38,48 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Agustus 2021 naik 34,12 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 7,52 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 61,53 persen.Ekspor nonmigas Agustus 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,78 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,25 miliar dan India US$1,72 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,98 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masingmasing sebesar US$3,37 miliar dan US$1,63 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Agustus 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$21,56 miliar (15,18 persen), diikuti Jawa Timur US$14,87 miliar (10,47 persen) dan Kalimantan Timur US$13,33 miliar (9,39 persen).IMPORNilai impor Indonesia Agustus 2021 mencapai US$16,68 miliar, naik 10,35 persen dibandingkan Juli 2021 atau naik 55,26 persen dibandingkan Agustus 2020. Impor migas Agustus 2021 senilai US$2,05 miliar, naik 14,74 persen dibandingkan Juli 2021 atau naik 115,75 persen dibandingkan Agustus 2020.Impor nonmigas Agustus 2021 senilai US$14,63 miliar, naik 9,76 persen dibandingkan Juli 2021 atau naik 49,39 persen dibandingkan Juli 2020. Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Agustus 2021 dibandingkan Juli 2021 adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$318,5 juta (16,99 persen). Sedangkan penurunan terbesar adalah ampas dan sisa industri makanan US$96,4 juta (23,65 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Agustus 2021 adalah Tiongkok US$34,67 miliar (32,25 persen), Jepang US$9,01 miliar (8,39 persen), dan Korea Selatan US$5,84 miliar (5,44 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$18,93 miliar (17,61 persen) dan Uni Eropa US$6,73 miliar (6,27 persen). Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari– Agustus 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$2.825,1 juta(29,79 persen), bahan baku/penolong US$25.006,5 juta (36,84 persen), dan barang modal US$2.891,7 juta (19,60 persen). Neraca perdagangan Indonesia Agustus 2021 mengalami surplus US$4,74 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$5,72 miliar. Sedangkan di sektor migas terjadi defisit US$0,98 miliar.
Download PDF